Telaah

5 Tips Nonton Youtube untuk Batita

3 Mins read

Padahal anteng dan pasifnya anak di usia balita justru menyimpan potensi bahaya. Lebih-lebih jika pasifnya tadi karena layar gawai, atau dengan istilah screen time. Menurut para ahli parentingscreen time yang berlebihan bisa berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak.

Satu di antaranya adalah potensi obesitas yang lebih tinggi. Kemudian ada juga ancaman kanker otak bagi anak yang terlalu lama pasif di depan layar gadget. Yang tidak kalah mengerikan berkaitan dengan karakter, yakni anak akan cenderung abai terhadap situasi di sekitarnya.

Perihal screen time ini, WHO bahkan merasa perlu untuk merilis panduan pada tahun 2019 lalu. Menurut WHO bayi usia 0-1 tahun sangat tidak dianjurkan untuk diberi tontonan melalui gawai. Sedangkan untuk usia 1-2 tahun maksimal boleh berinteraksi dengan layar gadget selama 1 jam dalam sehari.

***

Sebagai orang tua dari seorang batita, saya juga pernah mengalami masalah screen time tersebut. Sekira setahun yang lalu, anak saya Bhre (Bebe) yang ketika itu berusia 18 bulan mulai kecanduan nonton youtube. Awalnya sih hanya sebentar-sebentar, namun lama-kelamaan dia menjadi tantrum ketika layar gawainya kita matikan.

Saya sepenuhnya mafhum bahwa menurut para ahli parenting anak seusia itu tidak boleh terpapar screen time gawai. Idealnya sih seperti itu. Namun lingkungan di sekitar Bebe (tetangga dan teman seumuran) sudah terlanjur kecanduan gadget, terutama youtube. Maka sulit sekali bagi saya untuk menghentikan kebiasaan tersebut secara mendadak. Di rumah dia sudah stop menonton youtube, namun ketika bermain ke rumah tetangga dia nonton lagi. Sama juga bohong kan?

Pada akhirnya saya menerapkan beberapa langkah untuk mengurangi kecanduan si kecil terhadap youtubestep by step. Alhamdulillah di usia 32 bulan saat ini, dia sudah tidak kecanduan. Dia masih nonton sih, kadang-kadang. Tapi hanya 10-20 menit dia pasti sudah bosan dan beralih mencari mainan fisik. Dan berikut saya share tips tersebut:

1. Matikan data.

Tujuan dari mematikan data seluler adalah agar si anak tidak memegang kontrol penuh terhadap pilihan tontonan di youtube. Saya memperhatikan ketika data seluler on, Bebe selalu berpindah-pindah tayangan. Kadang satu video belum selesai dia sudah pindah ke video lainnya. Akibatnya selain boros quota, acara nonton youtube juga tak akan ada habisnya. Akan selalu ada video selanjutnya di playlist.

Maka saya berinisiatif untuk mematikan data seluler hp. Dengan begitu si kecil hanya bisa menonton tayangan yang sudah diunduh. Dia tak lagi memegang kontrol penuh terhadap gawainya. Dengan begitu lama-kelamaan dia akan bosan.

2. Batasi jumlah unduhan, maksimal 10 video.

Setelah data seluler dinon-aktifkan, tips berikutnya adalah membatasi jumlah unduhan. Jangan sampai menyimpan lebih dari 10 video unduhan. Tujuannya agar si kecil cepat bosan dengan pilihan tontonan yang itu-itu saja. Akan sia-sia jika misalnya ada 50 video di playlist, si kecil pasti betah mantengin layar hp.

Tips ini berhasil saya terapkan untuk Bebe. Awalnya sih dia berusaha mengoprek layar gawai untuk mencari video-video lain. Namun akhirnya dia menyerah juga, pasrah menonton video yang sudah terunduh. Ketika sudah bosan dia akan meninggalkan gawai dengan sendirinya, tanpa drama. Kalau sudah begitu dia akan beralih mencari mainan fisik.

3. Pilih-pilih jenis video unduhan

Tips berikutnya yang cukup penting adalah memilih video yang akan diunduh. Sebisa mungkin carilah video buka sekedar menghibur saja, melainkan juga bermuatan edukasi. Ada banyak kok pilihan video yang mendidik di youtube.

Contohnya konten-konten yang mengajarkan lagu-lagu edukatif kepada anak. Dengan begitu anak akan terangsang untuk ikut bernyanyi. Bisa juga konten yang berisi pengenalan warna, bentuk-bentuk geometri dasar, maupun binatang. Tergantung si kecil lebih suka yang mana. Dengan konten-konten semacam ini, minimal bisa menambah perbendaharaan kosakata anak.

Ada lagi konten berbahasa Inggris dari Blippi. Selain menghibur, dia juga mengajak anak-anak untuk menirukan gerakan binatang, tarian, atau sekedar melompat-lompat. Saya kira ini penting untuk melatih motorik kasar anak. Nyatanya si Bebe bisa belajar banyak dari Blippi ini.

4. Batasi durasi waktu menonton

Jika langkah-langkah 1 sampai 3 sudah bisa terlaksana dengan smooth, maka kita bisa beranjak pada step berikutnya. Yups.. membatasi durasi waktu menonton. Perlu diingat bahwa langkah ini akan sangat sulit dilakukan jika step 1 sampai 3 belum diterapkan. Jika dipaksakan langsung ke step ini, besar kemungkinan si kecil malah gulung koming tantrum.

Perihal batasan durasi waktunya sih situasional. Boleh manut masing-masing parents saja. Yang baku ambil saja patokan dari WHO tadi. Untuk kasus si Bebe, awalnya dibatasi 1 jam saja masih belum cukup. Namun sekarang 30 menit saja dia sudah bosan sendiri.

5. Dampingi si kecil ketika menonton.

Last but not least, dampingilah si kecil selama menonton. Awalnya mungkin terasa berat karena menyita banyak waktu kita. Juga perlu kesabaran ekstra untuk melakukannya. Namun percayalah bahwa hasilnya akan sepadan.

Bentuk pendampingan ini bukan sekedar kita hadir mengawasi saja. Lebih dari itu kita harus terus mengajak si kecil bicara tentang apa yang sedang ditonton. Ini menjadi sangat penting agar si kecil tidak abai terhadap lingkungan sekitar. Juga untuk melatih anak agar bisa menyampaikan ulang apa yang sedang dia lihat.

Nah parents, demikian tadi beberapa tips yang berhasil saya terapkan kepada batita saya. Njenengan boleh setuju dan turut mempraktikkannya. Sebaliknya, jika tidak sepakat juga sumangga kersa.

Rois

1384 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan kenegaraan
Articles
Related posts
Telaah

Perempuan Indonesia Rentan Menjadi Teroris, Ini Faktornya

2 Mins read
Indonesia kini masuk dalam kotak dunia baru terorisme. Secara politik, dunia baru terorisme ini, berjalan pada hal-hal yang tidak dipikirkan. Misalnya, dunia…
Telaah

Sejarah Keterlibatan Perempuan dalam Aksi Terorisme

3 Mins read
Banyak yang tidak menyangka bahwa perempuan juga akan terlibat dalam aksi terorisme. Terutama para perempuan Indonesia, yang secara kultur sosial dan nilai-nilai…
Telaah

Mengantisipasi Lonjakan Radikalisme dan Terorisme Menuju 2024

2 Mins read
Radikalisme dan terorisme juga belum reda. Berdasarkan analisis global, ancaman radikalisme dan terorisme tercatat masih tinggi. Termasuk juga dalam konteks Indonesia. Hal…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *