Telaah

Aksi Bunuh Diri Mahasiswa: Apakah Akademik Menjadi Pemicunya?

3 Mins read

Tahun ini terjadi fenomena maraknya bunuh diri dari kalangan anak remaja. Beberapa dari kasus bunuh diri tersebut berasal dari kalangan mahasiswa perguruan tinggi. Kasus terakhir yakni ditemukan salah satu mahasiswi Unair tewas didalam mobil pada hari Minggu (5/11/23) di Sidoarjo, Jawa Timur. Motif dari meninggalnya korban masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak polisi untuk mendapatkan hasil yang pasti, namun korban meninggalkan surat wasiat yang ditujukan untuk pihak keluarga.

Beberapa bulan sebelumnya juga telah terjadi aksi bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswi FISIP UI. Korban dinyatakan tewas mendekati acara wisudanya yang akan diadakan 3 hari menjelang kematiannya. Kematian korban diduga dipicu oleh stres dan mental yang tidak stabil yang dialami oleh korban.

ā€œKalau dari saksi-saksi, menjelaskan kurang lebihnya yang bersangkutan adanya stres ataupun depresi sehingga melakukan tindakan tersebut,ā€ ungkap Kompol Tribuana Resno, Kapolsek Kebayoran Baru (14/03/23).

Dikutip dari Jurnal Keperawatan Kendal, bahwasanya bunuh diri ialah upaya suatu individu yang dilakukan secara sadar dengan melaksanakan hasratnya dengan bertujuan mengakhiri kehidupan. Walaupun bunuh diri tidak asing ditelinga masyarakat, tetapi tetap saja hal tersebut sangatlah tidak bisa dianggap suatu hal yang lumrah. Bunuh diri merupakan aksi yang melanggar norma kehidupan dan juga aturan agama.

Mengapa fenomena bunuh diri tersebut dapat terjadi ? dan anehnya hal tersebut juga terjadi pada kalangan orang yang terdidik. Berbagai faktor dan juga bukti dapat muncul untuk memperkuat alasan terjadinya fenomena ini. Faktor-faktor tersebut lah yang menurunkan mental mahasiswa generasi ini yang menyebabkan maraknya aksi bunuh diri.

Banyak faktor yang dapat menjadi alasan terjadinya aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa. Faktor-faktor tersebut disusun menjadi beberapa poin pembahasan :

1. Ketahanan Mental Mahasiswa yang Lemah

WHO menyatakan bahwasanya bunuh diri merupakan penyebab kematian di urutan ke empat pada kelompok usia 15-29 tahun. Gangguan mental dan juga depresi lah yang menjadi penyebab adanya bunuh diri tersebut. Depresi yang muncul karena banyaknya pikiran dari berbagai aspek kehidupan seperti keluarga, teman, dan juga perkuliahan atau pekerjaan yang padat memungkinkan seorang mahasiswa mengalami stres yang berlebihan. Dampaknya yakni bagi generasi sekarang yang memiliki kelemahan mental, maka akan timbul niat dalam diri untuk melakukan aksi bunuh diri tersebut.

2. Kurikulum Akademik yang Harus Dituntaskan

Perkuliahan merupakan jenjang pendidikan tertinggi yang mana telah menjadi momok dari sebagian mahasiswa yang sedang menempuhnya. Jadwal perkuliahan yang padat dan juga metode pengajaran konvensional yang tergolong membuat mahasiswa jenuh terhadap perkuliahan, hal itu menjadi tantangan yang cukup berat bagi para mahasiswa untuk dijalani.

Selain itu, nilai yang dituntut oleh perkuliahan dan juga orang tua menjadi beban yang dipikul bagi para mahasiswa. Apabila mereka tidak kuat dengan sistem akademik, maka akan mengecewakan kedua pihak tersebut terhadap kemampuan dirinya.

3. Ekonomi yang Dipengaruhi Oleh Gaya Hidup Mahasiswa

Generasi muda di zaman ini sudah terpengaruhi dengan gaya hidup yang hedonisme. Mahasiswa yang tergolong merasa gengsi terkait pencapaian temannya dalam hal materialistik, membuat mereka terjerat dengan pinjol. Selain itu, biaya perkuliahan dan juga biaya hidup bagi mereka yang merantau yang tergolong besar mengharuskan mereka untuk melakukan kerja sambilan. Pikiran tentang kebutuhan ekonomi, tuntutan ditempat kerja, sosial pertemanan yang berubah, tuntutan akademik yang tetap harus dijalankan walaupun bekerja, hal itu dapat mengakibatkan depresi pada mahasiswa.

4. Pertemanan dalam Lingkup Perkuliahan

Pertemanan merupakan hal yang dibutuhkan bagi setiap mahasiswa di perkuliahannya. Terlepas dari manusia yang merupakan makhluk sosial, mahasiswa juga membutuhkan pertemanan yang baik untuk menunjang semangat dalam menempuh kuliahnya.

Pertemanan yang buruk juga dapat menjadi hambatan dalam jalannya suatu perkuliahan. Adanya perilaku memilih-milih teman hanya karena status ekonominya dan juga Bullying dapat menghancurkan mental seorang mahasiswa. Perilaku tersebut sudah banyak menjadi alasan seseorang melakukan aksi bunuh diri karena tidak kuat dengan dampak sosial perkuliahan terhadap dirinya.

Dari beberapa faktor yang telah disebutkan, sebenarnya mengarah pada paham ideologi yang tercemar karena adanya globalisasi. Pemahaman budaya barat yang memiliki paham sekuler.Ā $ Sekularisme $Ā yang menganggap bahwasanya moral tidak perlu didasarkan pada agama, hal itu menjadi alasan mudahnya seorang mahasiswa melakukan tindakan bunuh diri. Mereka beranggapan bahwasanya masalahnya dapat diselesaikan hanya dengan mengakhiri hidupnya di dunia.

Pemikiran sekuler dan kesehatan mental ini harus menjadi perhatian bagi pihak kampus. Adanya kegiatan konseling yang baik dari dosen pembimbing menjadi langkah awal untuk mencegah terjadinya aksi bunuh diri pada mahasiswa.

Selain itu, adanya pembenahan terkait jadwal akademik perkuliahan dan sistem pembelajaran dikelas juga dapat menjadi solusi untuk mengurangi stres bagi mahasiswa terkait perkuliahannya. Dispensasi terhadapĀ mahasiswaĀ yang memiliki latar belakang ekonomi yang rendah juga merupakan keputusan yang baik untuk mengurangi beban pemikirannya terkait biaya perkuliahan yang semakin melonjak tinggi.

Demikian penuturan masalah dan juga solusi terkait fenomena maraknya aksi bunuh diri mahasiswa. Mungkin akademik bukan menjadi faktor utama mereka melancarkan aksinya. Akan tetapi, perbaikan akademik dapat menjadi langkah awal untuk menanggulangi dan mencegah aksi bunuh diri yang mungkin dapat terjadi.

Sehan Fathur Rohman

Saya mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan manajemen pendidikan
867 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
Telaah

Transformasi Penduduk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

1 Mins read
Transformasi penduduk, yang mencakup perubahan dalam struktur usia, distribusi geografis, dan dinamika demografis lainnya, memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang…
Telaah

Merawat dan Melestarikan Amaliah Kebangsaan Pesantren

3 Mins read
Tidak diragukan lagi bahwa pesantrenā€”maksudnya pergerakan kiai dan santriā€”memiliki kans dalam kekuatan politik. Dalam sejarah pergerakan kemerdekaan bangsa kita, kaum pesantren tidak…
Telaah

Jurnalisme Berkualitas: Rongrongan bagi Kebebasan Publik Digital

3 Mins read
Topik ā€œJurnalisme Berkualitasā€ sedang menjadi isu hangat di berbagai kanal media digital beberapa waktu belakangan. Draf Perpres (Peraturan Presiden) Jurnalisme Berkualitas sendiri…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *