Religius

Antara Kejumudan dan Radikalisme yang Mengintai Umat Islam

1 Mins read

Umat Islam masih terasa mengalami berbagai ancaman. Ancaman tersebut bukan datang dari Islam. Melainkan dari orang-orang yang melakukan tafsir-tafsir sepihak ajaran Islam.

Buruknya tafsir akan Islam mengalami degradasi arti dan makna akan Islam. Sebabnya, Islam menjadi terlihatĀ bringas, jahat dan menakutkan.

Bukan Menurut Islam

Sejauh ini, banyak orang berhenti pada bahasa ā€œmenurut Islam, kita telah diajarkan jihadā€. Bahasa tersebut telah menyabotase Islam ke dalam dirinya, atau memasukkan dirinya kepada Islam. Padahal, apa yang disebut ā€œmenurut Islamā€, sejatinya hanyalah sekadar tafsiran belaka pada Islam.

Bahasa tersebut sejauh ini sudah menjadi bahasa ā€œmilik umat Islam sehari-hariā€. Mereka memakainya di berbagai tempat: di pengajian, khutbah jumat, majelis, tongkrongan, dan dalam teks-teks akademis. Buat apa? Untuk mengamankan argumentasinya, atau sekadar agar umatnya percaya terhadap apa yang disampaikannya.

Jadi, itulah yang menjadi masalah krusial bahasa umat beragama dari masa ke masa. Kendati, kalau dicermati lebih dalam, ditemukanlah berbagai masalah efek dari bahasa yang mengatasnamakan Islam tersebut.

Maka tak khayal, bilamana banyak umat Islam jatuh dalam jurang tafsir agama yang salah, narasi keagamaan yang keras, kebencian yang berlangsung lama akibat mencangkok agama, dan tali silaturrahmi-kohesi sosial yang tertutup nan pecah.

Kebangkrutan Agama

Ini adalah kebangkrutan beragama. Seharusnya, menguatnya beragama menjadikan umatnya lebih kuat, keharmonisan umat Islam tambah solid, tetapi malah tercerai-berai.

Kondisi umat Islam hari ini sedikit-sedikit sakit hati, menuduh pelecehan agama, pencemaran nama baik Islam, dan lain-lainnya. Pesona ini terjadi jelas akibat tidak dewasanya umat beragama. Dan ketidakdewasaan ini akibat dari bangkrutnya literatur akan agama.

Umat beragama hanya berhenti dan mencukupkan diri pada mejelis dan teks. Mereka begitu sulit untuk membuka-buka sumber bacaan yang banyak nan luas daripada agama. Sehingga yang terjadi di masyarakat tuduhan dan percekcokan tidak penting danĀ un-faidah.

Betul bahwa umat Islam hari ini berada dalam kebingungan. Mereka merdeka secara fisik, tapi terpasung dalam pemikiran. Kerangkeng inilah yang memuluskan perampokan terhadap ajaran Islam sehingga menjerumuskan mereka pada krisis di berbagai bidang kehidupan, mulai dari kebodohan, kemiskinan, dekadensi moral, konflik horizontal, radikalisme, terorisme, kejumudan, keterpecahbelahan, dan sebagainya.

843 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
Religius

Santri Lebih Kebal Paparan Radikalisme Daripada Anak SMA, Benarkah?

2 Mins read
Murid-murid dari Sekolah Menengah Atas (SMA) lebih rentan terpapar paham rdaikal terorisme dibandingkan para santri dari pesantren. Hal itu terjadi karena murid-murid…
Religius

Memaafkan Bukan Berarti Kalah, tapi Memaafkan adalah Ibadah

2 Mins read
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali dihadapkan pada situasi yang tidak nyaman saat berinteraksi dengan orang di sekitar kita. Manusia tidak luput…
Religius

Munculnya Gerakan Hijrah yang Menyimpang dari Tuntunan Rasulullah

3 Mins read
GuruĀ Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Prof Husniyatus Salamah Zainiyati, mengatakan, muncul tafsir tentang makna hijrah yang justru menyimpang dari tuntunan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *