Bhinneka Tunggal Ika

Arti Bhinneka Tunggal Ika dan Sejarahnya Sebagai Semboyan Indonesia

1 Mins read

Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa Indonesia yang harus diketahui seluruh rakyat Indonesia. Sebagai semboyan negara, kalimat Bhinneka Tunggal Ika tertulis pada pita putih lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila.

Kata Bhinneka Tunggal Ika dikutip dari buku Sutasoma yang dikarang oleh Mpu Tantular. Kata “bhinneka” memiliki arti beraneka ragam atau berbeda-beda, kata “tunggal” berarti satu, dan kata “ika” artinya itu.Jika digabungkan, secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika berarti “Beraneka Satu Itu” yang bermakna berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Semboyan ini sangat cocok digunakan oleh bangsa Indonesia yang multikultural dengan berbagai keberagaman yang ada.Apabila bisa memaknai arti Bhinneka Tunggal Ika dengan baik, maka masyarakat Indonesia juga akan memahami bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling memecah belah, justru itu menjadi lambang persatuan Indonesia.

Sejarah Bhinneka Tunggal Ika

Kalimat Bhinneka Tunggal Ika diambil dari kutipan sebuah kakawin Jawa Kuno yang dikenal dengan Kitab Sutasoma. Kitab ini merupakan kitab karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14.

Diikrarkan oleh Gajah Mada sebagai Patih Kerajaan Majapahit, berikut kutipan kitab tersebut:

Rwāneka dhātu winuwus wara Buddha Wiśwa

bhinnêki rakwa ring apan kěna parwanosěn,

mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,

bhinnêka tunggal ika tan hana dharmma mangrwa

Terjemahan:

Konon dikatakan bahwa Wujud Buddha dan Siwa itu berbeda.

Mereka memang berbeda. Namun, bagaimana kita bisa mengenali perbedaannya dalam selintas pandang?

Karena kebenaran yang diajarkan Buddha dan Siwa itu sesungguhnya satu jua.

Mereka memang berbeda-beda, namun hakikatnya sama.

Karena tidak ada kebenaran yang mendua.

(Bhineka Tunggal Ika tan Hana Dharma Mangrwa)

Perlu diketahui, bahwa Bhinneka Tunggal Ika sudah hadir sebelum Indonesia merdeka. Pada awalnya, Bhinneka Tunggal Ika dibuat sebagai upaya untuk menjaga toleransi agama Hindu dan Buddha yang pada masa itu masih menjadi mayoritas.

Namun, melihat keberhasilan kalimat ini dalam mempersatukan Nusantara di masa kerajaan Majapahit, akhirnya Mohammad Yamin mengusulkan agar Bhinneka Tunggal Ika dijadikan semboyan bangsa Indonesia.Ia berpendapat bahwa nilai-nilai yang terdapat dalam kalimat Bhinneka Tunggal Ika cocok dengan kehidupan bangsa Indonesia yang beragam, mulai dari suku, ras, agama, adat, budaya, dan sebagainya.

Makna Bhinneka Tunggal Ika Bagi Bangsa Indonesia

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Bhinneka Tunggal Ika sangat cocok untuk menggambarkan segala keberagaman di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika menjadi pengingat bahwa masyarakat Indonesia harus menjaga toleransi di tengah perbedaan yang ada.Keberadaan Bhinneka Tunggal Ika membuat seluruh masyarakat harus menghormati perbedaan dan menjunjung tinggi persatuan. Dan hal tersebut harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

2121 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan kenegaraan
Articles
Related posts
Bhinneka Tunggal Ika

Membongkar Wahhabisme: Penyebar Kebencian Berkedok Kesalehan

3 Mins read
Wahhabisme adalah ideologi radikal yang semakin menyebar di Indonesia. Aliran ini menuntut ketakwaan dan kesalehan, tetapi seringkali menjadi sarang kebencian dan intoleransi,…
Bhinneka Tunggal Ika

Rektor IAIN Ponorogo: Salam Lintas Agama Bukan Ubudiyah, Tapi Muamalah

3 Mins read
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait salam lintas agama yang tidak dibenarkan, terus menuai komentar pro dan kontra. Terutama dikaitkan dengan keberagaman…
Bhinneka Tunggal Ika

Maecenas Muslim yang Tumbuh dari Kampung

12 Mins read
Sungai Citarik yang mengular dari utara menuju selatan hingga ke muaranya di Pelabuhan Ratu, jadi saksi perkembangan sebuah desa kecil di sisi…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *