NKRI

BNPT Minta Perkuat Resiliensi Masyarakat, NKRI Dalam Bahaya

1 Mins read

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Prof. Dr. H. Mohammed Rycko Amelza Dahniel, menyatakan keprihatinan atas meningkatnya aktivitas terorisme di kalangan perempuan, anak, dan remaja akibat indoktrinasi yang semakin intensif.

Menurut keterangan dari BNPT, selama beberapa waktu terakhir, terjadi peningkatan dalam penyebaran paham radikal di beberapa daerah. Salah satu yang paling dikhawatirkan adalah indoktrinasi yang dilakukan di tingkat lokal, yang mencoba mempengaruhi masyarakat melalui pendekatan yang lebih personal.

‚ÄúKita harus meningkatkan resiliensi masyarakat terhadap radikalisasi dan indoktrinasi. Pengetahuan tentang bahaya terorisme dan kewaspadaan yang tinggi menjadi kunci dalam melawan ancaman tersebut,‚ÄĚ ujar Kepala¬†BNPT¬†di¬†Jakarta, Minggu (12/5/2024).

BNPT juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam memerangi terorisme. Dalam konteks ini, BNPT telah mengintensifkan kerja sama dengan negara-negara mitra, termasuk Selandia Baru, untuk bertukar informasi dan pengalaman dalam upaya pencegahan terorisme. Sementara itu, program deradikalisasi terus digiatkan sebagai bagian dari strategi BNPT dalam menangani radikalisasi dan terorisme.

‚ÄúProgram ini bertujuan untuk membimbing dan mendukung reintegrasi warga yang terlibat atau terdampak oleh paham radikal kembali ke masyarakat,‚ÄĚ tandasnya.

Wakil Duta Besar Selandia Baru, Giselle Larcombe, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengapresiasi upaya Indonesia dalam mengembangkan program deradikalisasi.

‚ÄúMemang penting pendekatan yang holistik dan berkelanjutan dalam mengatasi ancaman terorisme,‚ÄĚ pungkasnya.

BNPT berharap dengan adanya upaya bersama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, Indonesia dapat lebih efektif dalam memerangi terorisme serta mencegah penyebaran paham radikal di masyarakat.

771 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
NKRI

Indonesia ‚ÄúPanutan‚ÄĚ Bagi Negara Afrika, Benarkah?

4 Mins read
Pada debat ketiga antara calon Presiden pada Minggu, 7 Januari 2024, Prabowo Subianto menyatakan, ‚ÄúKita sekarang pun sudah jadi panutan bagi banyak…
NKRI

Meningkatkan Minat Membaca Buku Sebagai Ruh Pendidikan

4 Mins read
Pendidikan sebagai laboratorium penguatan sistem berpikir untuk menghadirkan antusiasme terhadap fenomena sosial dan membentuk sistem berpikir, perlu memaknai kembali ruh pendidikan. Ruh…
NKRI

Meneropong ‚ÄėKemalasan‚Äô Para Akademisi Indonesia

4 Mins read
‚ÄúPara dosen di Indonesia malas,‚ÄĚ begitu kesimpulan yang dirumuskan akibat minimnya jumlah penelitian para dosen di Indonesia yang terpublikasi di jurnal internasional…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *