Jaga Pilar

Fenomena Child Abuse yang Bahaya Bagi Negara-Bangsa

3 Mins read

Babysitter adalah profesi yang saat ini banyak diasosiasikan kepada perempuan yang umumnya di bawah naungan sebuah yayasan atau lembaga. Jasa babysitter tengah dibutuhkan oleh orangtua yang tidak bisa mengurus, mendidik, dan mengawasi anak mereka secara penuh karena sibuk bekerja.

Jika berkiblat pada luar negeri, babysitter hanya dipekerjakan selama beberapa jam, weekdays, atau beberapa waktu ketika orang tua tidak dapat mengurus dan mengawasi anak mereka selama 24 jam. Berbeda dengan Indonesia, babysitter dipekerjakan sepanjang hari dalam jangka waktu yang lama. Umumnya, seorang babysitter memakai seragam khusus yang menandakan bahwa orang tersebut bukanlah bagian dari keluarga. Tak banyak pula terjadi diskriminasi terhadap babysitter, contohnya perbedaan toilet di lingkungan sekolah anak, atau perlakuan diskriminasi lainnya.

Diperlukan pertimbangan yang matang serta seleksi khusus untuk memilih babysitter yang berkompeten. Tak jarang pula kasus child abuse oleh seorang babysitter kepada anak asuhannya. Seperti yang saat ini sedang viral, yaitu kasus seorang babysitter melakukan penganiayaan terhadap anak asuhnya yang masih berusia 3,5 tahun di kota Malang. Hal tersebut disebarkan oleh public figure yang merupakan ibu anak tersebut melalui akun Instagram pribadinya.

Setelah diteliti ternyata beliau memiliki track record buruk yang tidak diketahui sebelumnya ketika Ia bekerja di Samarinda dan Surabaya. Ada berbagai faktor yang mungkin menyebabkan pelaku melakukan kekerasan, meskipun tindakan tersebut terdokumentasi melalui kamera pengawas.

Dengan logika yang sehat, seharusnya keberanian untuk melakukan tindakan kekerasan seperti itu seharusnya dibayangi oleh rasa takut akan konsekuensinya. Namun, kecuali jika babysitter tersebut mengalami masalah kesehatan mental yang membuatnya kehilangan empati atau mengecilkan rasa takut terhadap konsekuensi tindakannya.

Child abuse adalah tindakan apa pun yang dilakukan oleh orang lain, umumnya orang dewasa, yang menyebabkan kerusakan signifikan pada anak. Kekerasan terhadap anak dapat berupa kekerasan fisik, emosional, atau seksual. Pada usia 1-4 tahun, anak mengalami tumbuh kembang pesat secara fisik, emosional, dan kognitif.

Bayangkan ketika pada usia tersebut anak-anak mendapatkan kekerasan baik verbal maupun nonverbal, perkembangannya tidak akan sempurna dan yang lebih parah lagi dapat menimbulkan trauma yang berkepanjangan. Child abuse dapat dilakukan oleh siapa saja. Namun saat ini babysitter menjadi sorotan khalayak ramai usia kasus yang dijelaskan di atas.

Permasalahan Pemilihan Babysitter

Pemilihan babysitter merupakan keputusan yang penting bagi para orang tua. Pasalnya, memilih babysitter tidaklah mudah. Jasa babysitter di Indonesia saat ini masih terbatas. Dengan adanya fenomena child abuse, kepercayaan orang tua terhadap babysitter sulit untuk dibangun.

Oleh karena itu, orang tua mengharapkan seorang babysitter memiliki pengalaman dan keterampilan yang memadai serta bekerja di bawah lembaga yang terpercaya. Pentingnya kesesuaian karakter antara anak dan babysitter karena hubungan yang baik antara keduanya akan memengaruhi dinamika kehidupan sehari-hari. Selain itu, pertimbangan anggaran juga merupakan hal yang penting karena biaya menggunakan jasa babysitter tidaklah murah jika dibandingkan dengan menitipkan anak ke daycare.

Tips Memilih Babysitter

Memilih babysitter yang tepat adalah langkah penting untuk memastikan kesejahteraan dan keamanan anak agar terhindar dari fenomena child abuse. Orang tua dapat menentukan daftar kebutuhan anak sebelum memilih babysitter. Memilih babysitter dengan kemampuan khusus atau memiliki sertifikat keahlian diperlukan untuk menjamin pelayanan yang diberikan babysitter kepada anak.

Kemudian, pentingnya melakukan research sebelum memilih jasa babysitter. Saat ini, banyak lembaga dan yayasan yang mempekerjakan babysitter dengan didahului oleh konsultasi agar orang tua dapat mendapat jasa babysitter yang memiliki keterampilan dan reputasi yang baik. Informasi pelayanan jasa tersebut dapat dijumpai pada laman internet, media sosial, bahkan situs web yang kredibel. Latar belakang dan track record calon babysitter sangat penting untuk diperhatikan karena dapat menggambarkan karakteristik orang tersebut.

Satu momen penting dalam memilih seorang babysitter yang sesuai adalah pada saat wawancara. Orang tua dapat mengajukan pertanyaan yang detail, dibantu oleh seorang ahli, untuk menilai kesesuaian calon babysitter dengan kebutuhan anak, serta mengamati interaksi langsung antara calon babysitter dan anak. Diperlukan seorang babysitter yang memiliki sifat keibuan, karena mereka akan mengambil peran yang signifikan dalam mendidik dan mengawasi anak-anak. Oleh karena itu, keterampilan interpersonal yang baik sangatlah penting.

Di samping hal tersebut, seorang calon babysitter juga perlu memiliki pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama, terutama dalam situasi darurat seperti ketika anak mengonsumsi makanan yang mengandung alergen. Ini memastikan bahwa anak dapat segera mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Tidak ada orang tua yang ingin anaknya mendapat perlakuan buruk apalagi child abuse. Dalam keluarga pasti memiliki beberapa ketentuan dan kebijakan dimana seorang babysitter harus menyesuaikan dirinya dengan aturan tersebut. Dengan demikian, penting membicarakan persoalan harapan dan kebijakan terkait perawatan anak pada awal pertemuan dengan babysitter.

Penyesuaian anak merupakan hal yang tak kalah penting. Uji coba dibutuhkan dalam waktu singkat sebelum meninggalkan anak dalam jangka waktu yang lama untuk melihat seberapa baik anak merasa nyaman dengan babysitter-nya. Pada momen tersebut, orang tua dapat mengamati interaksi anak dengan babysitter termasuk pola asuhannya. Hal tak kalah penting selanjutnya adalah perjanjian tertulis yang memuat  jadwal, tugas, bayaran, serta aturan lainnya agar jelas dan terdokumentasi.

Sebagian besar babysitter adalah individu yang peduli dan bertanggung jawab terhadap anak-anak yang mereka jaga. Meskipun demikian, orang tua harus tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menjaga anak-anak mereka dari potensi risiko child abuse.

Jika terjadi kecurigaan, insiden kekerasan atau penelantaran yang melibatkan babysitter, sangat penting untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang, seperti polisi atau lembaga perlindungan anak. Tindakan hukum perlu dilakukan untuk melindungi anak-anak dan mencegah terjadinya fenomena child abuse di masa yang akan mendatang.

Hafshoh

Penulis
843 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
Jaga Pilar

All Eyes On Papua, Surya Pradana Melakukan Penelitian Lanjutan

4 Mins read
Permasalahan Papua telah lama menjadi perhatian dan perhatian internasional, dengan sejarah konflik, pelanggaran hak asasi manusia, dan perjuangan kemerdekaan di wilayah tersebut…
Jaga Pilar

Makna Spiritual dan Sosial Salam dalam Konteks Keindonesiaan

3 Mins read
Islam, sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam, mengajarkan nilai-nilai luhur yang mencakup salam, perdamaian, dan keselamatan. Konsep salam ini tidak…
Jaga Pilar

Manifesto Kebangsaan: Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

2 Mins read
Di era digital ini, di mana teknologi dan internet bagaikan nadi kehidupan, menjaga kesehatan mental menjadi kian penting. Kemudahan akses informasi dan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *