Bhinneka Tunggal Ika

Gerilya Teroris di Tengah Polusi Politik

2 Mins read

Kabar yang fantastis. Teroris sebanyak 27 orang hari ini kembali dibekuk oleh Densus 88. Artinya, selama ini, masih banyak teroris yang berkeliaran di kampung-kampung kecil di Indonesia. Mereka teridentifikasi masuk dalam jaringanĀ Anshor DaulahĀ dan pendukungĀ ISIS.

Tertangkapnya teroris oleh pengakuan tokoh setempat juga membikin kaget. Sebab ternyata di rumah teroris tersebut banyak barang-barang berupa buku, panah, golok, hingga panci. Menurutnya, ada 10 kantong yang berisi barang pribadi kedua terduga teroris.

Jaringan ISIS dan Al Qaeda

Tersangka 27 teroris ini ditangkap di tiga wilayah, di Jakarta, Jawa barat dan Sulawesi Tengah. Di Jawa Barat Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap dua warga di RT04 RW02 Kampung Setiajaya, Dusun 1, Desa Setiadarma, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Penangkapan kedua di Dusun 3, RT04 RW02 Kampung Darmajaya, Desa Setiadarma, Tambun Selatan. Peristiwa penangkapan terhadap dua orang terduga teroris itu dilakukan pada pukul 07.30 WIB.

Sementara lainnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti teror menangkap seorang di rumah kontrakan, di Jalan Sawah Darat RT 001 RW 06, Ketapang, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten pada Jumat (27/10/2023). Mereka dibekuk karena diduga terlibat jaringanĀ terorisĀ kelompok Anshor Daulah.

Secara lebih rinci anggota Anshor Daulah yang tersebar antara lain berada di DKI Jakarta sebanyak sembilan orang yaitu SU, MG, SK, AH, FA, MR, AM, UE dan UB. Sedang di Jawa Barat ada 17 orang yaitu SB, MG, DR, FM, IM, SG, AO, SM, DS, AP, JN, AP, YR, JM, FK, RY dan RS. Sedangkan di Sulawesi Tengah ada satu orang yaitu SF.

Strategi Senyap Teroris

Dengan ditangkapnya 27 teroris dalam waktu yang super singkat ini menjadi catatan tersendiri. Sebab tidak ada sejarah penangkapan yang sebanyak ini sebelumnya. Pesannya sudah jelas, bahwa teroris ternyata selama ini berjalan di bawah tanah.

Ini sangat mengerikan. Karena, teroris yang pasif namun masih leluasa dalam menjalankan ajaran kerasnya adalah hal yang patut diwaspadai. Ia bisa dipastikan pintar dalam mengelola informasi dan juga cerdas dalam menata strategi arus bawah.

Selama ini perjalanan teroris tersebut belum tercium gerakannya. Bahkan amir-amir yang mengkomandoi mereka hingga saat ini sepertinya masih leluasa membuat semacam pelatihan dan propaganda. Hal-hal yang tidak ditemukan seperti ini sungguh sangat meresahkan. Sebab, bahaya sudah ada di depan mata.

Apalagi, setelah Israel membombardir Hamas di Palestina, pentolan ISIS dan Al Qaeda membuat pernyataan berseri tentang tuntutan perang. Bahwa kelompok ISIS dan Al Qaeda akan melakukan peperangan dengan orang-orang yang berlatar belakang Yahudi.

Awas Balas Dendam

Pesan ini sudah pasti mendapat sambutan hangat dari sel-sel teroris yang ada di bawah struktural organ mereka, maupun kelompok yang memiliki kesamaan secara ideologi dan dendam. Mengingat hari ini di seluruh dunia, negara-negara melakukan aksi dan tuntutan terhadap kebiadaban Israel.

Bagi teroris ini adalah momentum yang tepat. Makanya mereka sekonyong-konyongnya ingin menjadikan peperangan itu sebagai jalan alternatif untuk memperoleh sokongan dan bantuan, baik berupa logistik, atau berupa simpati dari orang yang sebelumnya sempat suka dengan kekerasan.

Inilah yang harus diperhatikan oleh aparat keamanan di Indonesia. Meski hari ini 27 teroris sudah tertangkap, bukan berarti teroris lainnya akan tinggal diam. Sudah pasti bila teman-temannya diciduk, teroris-teroris yang berada di balik layar akan menyiapkan sekuntum serangan balik untuk aparat, lebih-lebih kepada orang yang tidak bersalah. Ngeri!

843 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
Bhinneka Tunggal Ika

Membongkar Wahhabisme: Penyebar Kebencian Berkedok Kesalehan

3 Mins read
Wahhabisme adalah ideologi radikal yang semakin menyebar di Indonesia. Aliran ini menuntut ketakwaan dan kesalehan, tetapi seringkali menjadi sarang kebencian dan intoleransi,…
Bhinneka Tunggal Ika

Rektor IAIN Ponorogo: Salam Lintas Agama Bukan Ubudiyah, Tapi Muamalah

3 Mins read
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait salam lintas agama yang tidak dibenarkan, terus menuai komentar pro dan kontra. Terutama dikaitkan dengan keberagaman…
Bhinneka Tunggal Ika

Maecenas Muslim yang Tumbuh dari Kampung

12 Mins read
Sungai Citarik yang mengular dari utara menuju selatan hingga ke muaranya di Pelabuhan Ratu, jadi saksi perkembangan sebuah desa kecil di sisi…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *