Telaah

Lupa Niat Puasa Malam Hari, Tapi Ikut Makan Sahur, Apakah Puasa Sah?

2 Mins read

Niat hukumnya wajib dalam setiap ibadah. Ibadah tidak sah bila tidak ada niat di dalam hati pada saat mengerjakannya. Mestinya, niat berbarengan dengan ibadah yang dilakukan. Tapi karena susah, niat puasa boleh dilakukan malam hari atau sebelum waktu shubuh masuk. Bagi orang yang lupa niat puasa sebelum waktu shubuh, solusinya adalah dia tetap wajib menahan makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa. Selain itu, dia harus melakukan puasa qadha setelah Ramadhan.

Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah bagaimana dengan orang yang lupa niat di malam hari, tetapi dia makan sahur? Apakah dengan makan sahur tersebut sudah dianggap sebagai niat atau tidak? Ulama berbeda pendapat mengenai hal ini. Ada yang menganggap tidak sah, dan sebagian ulama menghukumi sah.

Menurut Syekh Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Mu’in:

ولايجزئ عنها التسحر وان قصد به التقوى على الصوم ولا الامتناع من تناول مفطر خوف الفجر ما لم يخطر بباله الصوم بالصفات التي يجب التعرض لها في النية

Makan sahur tidak cukup sebagai pengganti niat, meskipun ia makan sahur bermaksud agar kuat melaksanakan puasa. Dan mencegah dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa karena khawatir akan terbitnya fajar juga tidak mencukupi sebagai pengganti niat selama tidak terbersit (di dalam hatinya) niat puasa dengan sifat-sifat yang wajib disinggung di dalam niat.

Artinya, berdasarkan keterangan tersebut, maka sangat jelas bahwa makan sahur belum mewakili niat puasa yang harus diniatkan oleh orang yang akan berpuasa. Sehingga, puasa yang dilakukan oleh orang yang lupa niat puasa di malam harinya tidak sah, dan harus di-qadha di hari lain jika ia berpuasa di bulan Ramadhan.

Meskipun puasanya tidak sah, bukan berarti ia boleh makan dan minum sepuasnya atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa selama satu hari itu. Ia tetap harus menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa selama satu hari itu karena untuk menghormati waktu yang banyak orang melaksanakan puasa di dalamnya. Meskipun puasanya tidak dianggap tetapi ia tetap mendapatkan pahala. Sebagaimana keterangan yang dijelaskan juga di dalam kitab Fathul Mu’in berikut ini:

(و يجب (امساك) عن مفطر (فيه) اى رمضان فقط دون نحو نذر وقضاء (ان افطر بغير عذر) من مرض أو سفر (أو بغائط) كمن أكل ظانا بقاء الليل أو نسي تنبيت النية أو أفطر صوم الشك وبان من رمضان لحرمة الوقت وليس الممسك في صوم شرعي لكنه يثاب عليه

Namun demikian, terdapat pendapat yang menganggap sahnya orang yang sudah sahur walaupun lupa atau tidak sempat niat puasa yang biasa dilakukan setelah shalat tarawih, sebagaimana pendapat yang disampaikan Syekh Ibrahim al-Bajuri berikut:

ولو أكل أو شرب خوفا من الجوع أو العطش نهارا أو امتنع من الأكل أو الشرب أو الجماع خوف طلوع الفجر  فإن خطر بباله الصوم بالصفات التي يشترط التعرض لها كفى ذلك في النية لتضمنه قصد الصوم وهو حقيقة النية

Bila seseorang makan dan minum (dengan tujuan sahur) karena takut esok siang merasakan lapar dan haus, atau menahan diri tidak makan, minum, dan jimak karena takut sudah terbit fajar sadik (yang menjadi tanda sudah wajib puasa), sambil di dalam hatinya terbesit bahwa besok dia akan melakukan puasa sebagaimana mestinya, maka ini juga sudah mewakili niat puasa, dan inilah hakikat niat.

Artinya, bila kita makan atau minum dengan tujuan agar besok mendapatkan energi untuk berpuasa, itu sama saja mewakili niat, dan puasanya tetap sah.

Annisa Nurul Hasanah

1390 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan kenegaraan
Articles
Related posts
Telaah

Generasi Muda dan Langkah Strategis Melawan Radikalisme

3 Mins read
Pemimpin Gereja Khatolik Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke benua Eropa pernah menyampaikan “Kekerasan dan kebencian dengan mengatasnamakan Tuhan adalah suatu tindakan yang…
Telaah

Perempuan Indonesia Rentan Menjadi Teroris, Ini Faktornya

2 Mins read
Indonesia kini masuk dalam kotak dunia baru terorisme. Secara politik, dunia baru terorisme ini, berjalan pada hal-hal yang tidak dipikirkan. Misalnya, dunia…
Telaah

Sejarah Keterlibatan Perempuan dalam Aksi Terorisme

3 Mins read
Banyak yang tidak menyangka bahwa perempuan juga akan terlibat dalam aksi terorisme. Terutama para perempuan Indonesia, yang secara kultur sosial dan nilai-nilai…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *