Featured

Masjid Muhammad Cheng Hoo Bengkong, Bukti Pengaruh Islam Tiongkok di Batam

1 Mins read

Batam tak hanya terkenal dengan wisata lautnya. Wisata religi juga tersebar di daratan Kepulauan Riau ini. Jika kamu mengunjungi Kota Batam, sempatkanlah diri untuk shalat di Masjid Muhammad Cheng Hoo yang berlokasi di kawasan Golden City, Kecamatan Bengkong.

Masjid Muhammad Cheng Hoo memang tidak terlalu besar, luasnya hanya sekitar 20×30 meter saja. Akan tetapi, tempat ibadah umat Islam ini memiliki sejarah dan keistimewaan tersendiri. Bangunannya didominasi warna merah dan emas yang kental dengan gaya arsitektur khas Tionghoa.

Penamaan masjid ini terinspirasi dari seorang muslim asal Tiongkok bernama Muhammad Cheng Hoo. Ayahnya bernama Haji Ma Ha Zhi dan ibunya berasal dari marga Own (Wen) Tiongkok.

Pada masa kepemimpinan Kaisar Cina Yongle (1403-1424), Laksamana Cheng Ho diamanahkan memimpin misi pengembangan agama Islam ke Indonesia dengan membawa sekitar 2.700 awak kapal. Kedatangan Laksamana Cheng Hoo disambut baik oleh para raja dan penduduk Indonesia saat itu. Sebelum mengembara ke Indonesia, Laksamana Cheng Ho juga telah banyak berkiprah dalam kegiatan agama Islam di negerinya.

Sepanjang tahun 1416, pelayaran dari Tionghoa menuju Indonesia dilakukan sebanyak tujuh kali. Laksamana Cheng Ho tercatat pernah singgah di Aceh, Palembang, dan beberapa kawasan di pulau Jawa. Maka dari itu, Masjid Muhammad Cheng Hoo tidak hanya ada di Batam, melainkan juga berdiri kokoh di beberapa kota lain seperti Surabaya dan Semarang.

Masjid Cheng Hoo di Batam diresmikan oleh Menko Bidang Kemaritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya pada 21 Februari 2015. Pembangunan masjid ini diprakasai dan dibiayai sendiri oleh seorang pengusaha di Batam. Sebagai upaya untuk mengenang sejarah perjalanan laksamana Tiongkok yang membawa ajaran-ajaran Islam ke Indonesia.

Masjid Cheng Hoo menjadi bukti pengaruh Islam Tiongkok di Batam. Juga menjadi wajah keharmonisan penduduk Muslim dan Tionghoa yang terjalin begitu erat di pulau yang bersebrangan dengan Singapura ini.

Buat kamu yang mungkin sedang jalan-jalan di sekitar Nagoya Mall, lalu ingin mencari tempat shalat yang nyaman dan instagramable, masjid ini bisa jadi destinasi yang menarik.

Fera Rahmatun Nazilah

Alumni Darus Sunnah International Institute for Hadith Sciences, penulis tema-tema kajian hadis dan perempuan
1384 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan kenegaraan
Articles
Related posts
Featured

Serat Wedhatama, Arab-Oriented, dan Rosing Rasa

2 Mins read
Khilafah, seperti halnya tetek-bengek kebudayaan Islam yang tak mutlak dapat dilepaskan dari wadah ke-“Arab”-annya, merupakan hal yang tak dapat begitu saja terimplementasikan…
Featured

Kelompok Islam Radikal di Minangkabau, Bagaimana Menanganinya?

3 Mins read
Minangkabau tidak ubahnya menjadi arena pertempuran besar. Minangkabau tidak pernah bisa dilepaskan dari pergesekan-pergesekan tajam. Pergesekan-pergesekan itu terkait dengan wacana, ide, kultur….
FeaturedTelaah

Laporan The New Muslim Consumer: Bagaimana Meningkatnya Ketaatan Membentuk Ulang Pola Konsumsi Muslim di Asia Tenggara?

2 Mins read
Wunderman Thompson Intelligence, bekerja sama dengan Muslim Intel Lab VMLY&R Malaysia, meluncurkan laporan yang bertajuk “The New Muslim Consumer: How Rising Observance…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *