Religius

Maulid Nabi dan Misi Profetik Keummatan

2 Mins read

Sudah bertahun-tahun lamanya, peristiwa Maulid Nabi adalah momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran sosok agung Nabi Muhammad Saw. Peristiwa maulid ini bisa dibilang adalah jalan penerang kehidupan, penerang langit dan bumi, pembawa rahmat bagi semesta alam.

Misi Profetik Nabi

Kelahiran Nabi Muhammad Saw tentu memiliki misi profetik. Ia tidak sekadar datang dan pergi, ada yang lebih memukai dari itu semua. Di dalamnya banyak peristiwa yang berkabung dan peristiwa-peristiwa tersebut menjadi tanda sinaran bagi kejayaan umat Islam di dunia.

Mulai dari peristiwa Pasukan Gajah Raja Abrahah yang dipimpin oleh Panglima Abu Rughal namun kalah, api sembahan kaum Majusi yang menyala ratusan tahun, lalu tiba-tiba mati, dan lain sebagainya. Semua itu tanda bahwa nabi bukankah sosok sembarangan.

Hari ini nabi diperingati, orang Indonesia menyebutnya sebagai Maulid Nabi Muhammad Saw. Tentu merayakan ini bukan sekadar nostalgia, melainkan untuk memfokuskan kembali gairah keimanan dan kebajikan kita, serta menajamkan mata batin kita pada sosok manusia yang paling berjasa dalam hidup dan peradaban dunia ini.

Tidak Merendahkan Nabi Lain

Mengenang sosok Nabi Muhammad, tidak harus dengan cara merendahkan Nabi yang lain. Cukup saja kalau bisa teladani sifat dan sikapnya untuk siap menata batin dan memperjuangkan yang telah dicontohkan.

Ragam sisi kehidupan Nabi Muhammad telah tepat bila dijadikan sebagai satu-satunya contoh untuk menapaki kehidupan ini, baik dalam aspek pendidikan, akademik, sosial, politik, dan agama. Nabi adalah sosok yang tepat apabila dicontoh dari sisi manapun. Sebab, dia adalah manusia pilihan yang memunculkan cahaya berkilau yang indah.

Seperti pernah disebutkan Aisyah ra, Nabi Muhammad ﷺ adalah orang yang paling mulia akhlaknya. Tidak pernah berlaku keji. Tidak mengucapkan kata-kata kotor. Tidak berbuat gaduh di pasar. Tidak pernah membalas dengan kejelekan serupa. Akan tetapi, beliau pemaaf dan pengampun.” (HR Ahmad).

Banyak uraian kitab, buku dan artikel yang telah menulis pelbagai kepribadian Nabi. Namun masih banyak sisi yang tetap selalu baru dari Nabi Muhammad. Itulah sebabnya Muhammad menjadi orang yang paling penting dalam daftar orang penting lainnya.

Dia adalah satu-satunya yang telah menyelesaikan pesan agama dengan sempurna, menggariskan aturan-aturannya dan diimani oleh seluruh bangsa ketika dia hidup.

Memartabatkan Manusia

Seperti spirit profetik beliau, Nabi Muhammad telah mendirikan negara untuk menyatukan suku-suku dalam satu bangsa, agar saling menjaga satu sama lain. Di sana kehidupan ditata, hukum adil, dan kemaslahatan dijadikan sebagai landasan utama. Dialah yang memulai misi agama dan dunia serta menyempurnakannya (Dr. Michael H. Hart, 1976).

Maka itu, kerjaan Nabi Muhammad selain menyempurnakan agama, akhlak, juga bertanggung jawab menyempurnakan agama dan sosial umat manusia. Berkat sabar dan sikap adilnya, nabi mendapatkan kepercayaan secara luas. Berkat jiwa besar dan tenangnya, dia bisa menciptakan terang pada kelam bumi.

Dia juga menghancurkan dunia patriarkis. Nabi memberikan perlindungan terhadap martabat perempuan. Nabi selalu berusaha memperbaiki nasib hidup perempuan. Bahkan pesan-pesan terakhir nabi, dia menyuruh umatnya untuk selalu berbuat baik kepada perempuan. Kelahiran Nabi adalah misi profetik keummatan.

875 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
Religius

Mengapa Harus Ada Perbedaan Agama-Agama di Dunia Ini?

2 Mins read
Semua agama memiliki kepercayaan kepada Tuhan. Inti beragama adalah ber-Tuhan. Tidak ada agama yang tidak mengajarkan kepercayaan terhadap adanya Tuhan. Aspek ketuhanan…
Religius

Mengkaji Makna Pemimpin Zalim yang Harus Dipahami

1 Mins read
Dalam salah satu riwayat, ketika Umar bin Abdil Aziz ra diganti menjadi khalifah ia berdiri dan berkata kepada umatnya: أَلَا لَا سَلَامَةَ…
Religius

Manakib Kebangsaan: Dari Soekarno Hingga Gus Dur dan Cara Menjadi Indonesia

3 Mins read
Islam lahir setelah didahului berkembangnya Agama Hindu, Budha, Kristen-Katolik, Majusi, Zoroaster, Mesir Kuno, maupun agama-agama lain. Karena hal itu, Islam sangat memahami…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *