Jaga Pilar

Memberantas NII, JI, JAD, dan HTI yang Usung Khilafah dan Rongrong Pancasila

2 Mins read

Kelompok radikal masih terus berupaya menyebarkan paham radikal di tengah-tengah masyarakat. Buktinya, beberapa hari lalu, terungkap sebanyak 59 anak muda di Garut dan 30 orang di Lampung Selatan  dibaiat oleh kelompok radikal Negara Islam Indonesia (NII). NII sejak dulu sampai sekarang terus berupaya merongrong bangsa Indonesia dengan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi agama atau khilafah.

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, SE, MM, menegaskah bahwa tindakan dan perbuatan maupun ideologi khilafah yang dilakukan NII tersebut jelas bertentangan dengan janji konstitusi yang sudah menjadi kesepakatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 45. Karena itu, momentum Sumpah Pemuda ini, generasi muda harus melawan ideologi-ideologi Anti-Pancasila itu.

“Untuk itu generasi muda atau generasi milenial selalu waspada terhadap penyebaran ideologi tersebut dan bisa menjadi ujung tombak dalam menyuarakan anti radikalisme dan anti terorisme,” kata Nurwakhid saat memberikan pembekalan pada Rapat Pimpinan Daerah Pemuda KNPI Kabupaten Garut tahun 2021 di Garut, Rabu (27/8/2021) malam.

Nurwakhid meminta generasi di seluruh Tanah Air menjadi  garda terdepan dalam membangun harmoni bangsa. Generasi Muda harus berani menyuarakan anti radikalisme maupun anti terorisme termasuk anti anti narkoba dan anti korupsi atau anti apapun yang menjadi musuh negara.

Generasi muda juga terus memperkuat silaturahmi kebangsaan untuk memupuk dan membangkitkan semangat para generasi muda yang ada di seluruh Tanah Air. Sekaligus untuk menunjukkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang hebat.

“Bangsa kita ini adalah bangsa yang sangat kaya raya, dimana sangat beragam dan juga sangat majemuk. Ini yang harus kita jaga dengan persatuan, toleransi, keharmonisan untuk menuju Indonesia Emas tahun 2045 mendatang. Generasi milenial lah yang nanti akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang aman, damai, maju dan sejahtera,” ujar alumni Akpol tahun 1989 ini.

ia meminta generasi muda yang di seluruh wilayah Indonesia untuk mewaspadai segala bentuk proxy yang ada di era globalisasi ini, baik itu proxy ideologi yang menjadi utama yakni ideologi radikalisme dan terorisme. Proxy-procy itu disebarkan kelompok atau organisasi seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Jamaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD), maupun NII.

“Kelompok-kelompok tersebut anti terhadap ideologi Pancasila, anti terhadap persatuan dan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia  ini. Memang organisasinya seperti HTI, JAD dan sebagainya itu sudah dibubarkan, tetapi ideologi yang diusungnya masih terus disebarkan. Di mana kelompok-kelompok tersebut ingin mendirikan negara agama menurut versi mereka,” ungkapnya.

Mantan Kabagbanops Detasemen Khusus (Densus)88/Anti Teror Polri ini menjelaskan bahwa ideologi radikal ini adalah ideologi takfiri. Maka dari itu para generasi muda ini harus dibentengi dan diberikan vaksinasi ideologi dengan pemahaman keagamaan, wawasan kebangsaan yang baik dan benar.

“Dengan begitu bisa menjamin para generasi muda bisa menjunjung tinggi toleransi, kebhinnekaan ataupun persatuan serta konsisten terhadap konsensus nasional yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI harga mati,” tukas Nurwakhid.

Untuk itu dirinya meminta generasi muda untuk berani bersuara, dengan wajib menjadi buzzer dan juga influencer terutama di dunia maya untuk menyuarakan persatuan, toleransi, cinta terhadap tanah air dan bangsa.

“Generasi muda juga harus bisa menyuarakan kebanggaan dan paham terhadap jati diri bangsa Indonesia. Generasi muda juga harus mau menyuarakan akhlakul karimah, mendukung negara, pemimpin dan pemerintahannya serta bersikap kritis terhadap segala sesuatu yang memang harus dikritisi,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pemuda Indonesia juga harus dapat memaknai kalimat-kalimat yang ada dalam Sumpah Pemuda, bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, berbangsa yang satu yakni bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.

“Bayangkan 17 tahun sebelum Indonesia merdeka, pemuda Indonesia dari berbagai etnis, suku, ras, agama, dan pulau, sudah berani mendeklarasikan itu dan bisa bersatu. Perbedaan Indonesia inilah yang harus dijaga, karena perbedaan yang ada di negeri ini merupakan sunnatullah,”  katanya.

951 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
Jaga Pilar

Kemanan Cyber sebagai Upaya Melindungi NKRI

2 Mins read
Keamanan cyber, juga dikenal sebagai keamanan siber, adalah upaya untuk melindungi sistem komputer dan jaringan dari berbagai ancaman atau akses ilegal. Keamanan…
Jaga Pilar

Menilik Matinya Kritisisme: Tantangan Kebangsaan Terkini

3 Mins read
Kesadaran manusia sebagai makhluk berkesadaran rupanya tidak banyak disadari oleh manusia, dengan kata lain hanya sedikit dari mereka yang sadar sebagai makhluk…
Jaga Pilar

Ironi Kebangsaan: Saudi Menuju Moderasi, NKRI Menuju Wahabisasi

3 Mins read
Kelompok Wahabi tak henti-hentinya menjadi perbincangan publik dan menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat Indonesia. Wahabi merupakan aliran pemikiran Islam yang berpegang teguh…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *