Religius

Mendoakan Jelek Orang Yang Berbuat Zalim, Bolehkah?

1 Mins read

Secara naluriah, orang benci terhadap orang yang berbuat zalim. Ketika ada orang yang berbuat zalim, secara umum hati kita ingin menghardik. Karena bagaimana pun kezaliman itu tidak boleh dibiarkan, apalagi dilakukan oleh penguasa terhadap rakyatnya. Lantas apakah ketika melihat orang yang berbuat zalim, kita boleh mendoakan yang jelek-jelek?

Islam, jelas disebarkan oleh Rasulullah melalui jalan damai dan sudah memaklumatkan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Oleh karena yang demikian, maka dalam kitabnya, Syaikh Abdullah Al-Haddad melarang kita mendoakan jelek kepada orang sekalipun orang tersebut telah berbuat zalim.

واحذر – أن تدعو على نفسك أو على ولدك أو على مالك أو على احد من المسلمين وإن ظلمك,  فإن من دعا على من ظلمه فقد انتصر. وفي الخبر “لا تدعوا على انفسكم ولا على أولادكم ولا على اموالكم لاتوافقوا من الله ساعة إجابة

Artinya: “Jangan sekali-kali mendoakan datangnya bencana atau mengutuk diri sendiri, keluargamu, hartamu, ataupun seseorang dari kaum muslimin walaupun ia bertindak zalim terhadapmu. Sebab siapa saja mengucapkan doa kutukan atas orang yang menzaliminya, berarti ia telah membalasnya. Rasulullah SAW telah bersabda: Jangan mendoakan bencana atas dirimu sendiri, anak-anakmu ataupun harta-hartamu. Jangan-jangan hal itu bertepatan dengan saat pengabulan doa oleh Allah SWT.”

Syaikh Abdullah menjelaskan larangan mendoakan jelek atau menghujat dan atau melaknat orang yang zalim adalah karena doa yang terucap tersebut akan diterima langit dan akan turun kembali ke bumi menuju orang yang berbuat zalim. Apabila orang yang zalim itu pantas menerima doa jelek tersebut maka ia akan menerima, akan tetapi jika ia tidak pantas maka doa jelek tersebut akan kembali kepada yang mendoakan jelek.

وقد ورد أن اللعنة إذا خرجت من العبد تصعد نحوالسماء فتغلق دونها أبوابها ثم تنزل إلى الأرض. فتغلق دونها أبوابها ثم تجيء الى الملعون. فإن وجدت فيه مساغا وإلارجعت على قائلها

Artinya: “Ketahuilah bahwa suatu laknat, bila telah keluar dari mulut seseorang, akan naik ke arah langit. Maka ditutuplah pintu-pintu langit di hadapannya sehingga ia turun kembali ke bumi dan dijumpainya pintu-pintu bumi pun tertutup baginya. Lalu ia menuju ke arah orang yang dilaknat jika ia memang patut menerima. Atau jika tidak, laknat itu akan kembali kepada orang yang mengucapkannya”.

Dari keterangan ini menjadi jelas bahwa, tidak sepatutnya seorang muslim mendoakan jelek terhadap sesamanya walaupun ia telah berbuat zalim. Hal yang pantas dan seharusnya dilakukan oleh orang muslim adalah mendoakannya dengan penuh kebaikan. Berharap ia akan bertaubat dan kembali ke jalan kebaikan.

951 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
Religius

Naskah Pidato Buya Siradjuddin Abbas: PERTI dan Revolusi (Bagian 2)

3 Mins read
Saudara-saudara Garis politik yang dijalankan PERTI, sedari dulu sampai sekarang dan insyaallah pada zaman yang akan datang, ialah garis yang lurus, tidak condong ke…
Religius

Pandangan Islam terhadap Perubahan Sosial di Era Globalisasi

4 Mins read
Dalam beberapa dekade, globalisasi telah memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan manusia yang mencakup berbagai aspek, seperti perkembangan teknologi, peningkatan integrasi perdagangan,…
Religius

Makna dan Sejarah Asyura : Refleksi Keberagaman

2 Mins read
Tahun ini Hari Asyura atau tanggal 10 Muharam jatuh pada Selasa 16 Juli 2024. Peristiwa paling terkenal di hari ini adalah pembunuhan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *