Telaah

Menegaskan Kembali Konflik Israel-Palestina Bukanlah Konflik Agama

1 Mins read

Isu Israel-Palestina belum menemukan titik sampai sekarang. Isu ini terus bergulir hingga beberapa orang menggunakan isu ini dengan berlindung di balik agama. Apakah ini dapat dibenarkan jika konflik Israel dan Palestina murni karena agama? Ataukah konflik ini lebih kepada kepentingan politik semata?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya tiba-tiba teringat dengan demonstran yang berteriak-teriak untuk kemerdekaan Palestina. Dukungan mereka terhadap kemerdekaan Palestina bukanlah sesuatu yang keliru. Namun, cara pandang mereka tentang konflik Israel-Palestina ini yang butuh dipertanyakan.

Yang berbahaya jika cara pandang terhadap konflik Israel-Palestina dikatakan sebagai isu agama. Bahayanya dapat memecah belah antar umat beragama. Bisa jadi akan ada permusuhan antar umat Islam dengan umat non-muslim. Padahal, di Indonesia sendiri agama bukan hanya Islam, tapi beragam.

Ragam agama di Indonesia tidak bakal berdiri dengan sejajar jika tidak disatukan dengan cara berpikir pluralisme. Pluralisme akan menyadarkan seluruh umat beragama bahwa semua agama memiliki kebenaran sesuai sudut pandang masing-masing. Jadi tidak ada monopoli kebenaran di sana.

Maka, satu-satunya cara agar tidak terjebak dalam kesesatan berpikir dalam menyikapi konflik Israel-Palestina, kita hendaknya memahami histori konflik tersebut. Di sana, kata Quraish Shihab, terdapat kepentingan politik di mana Israel berambisi menguasai Palestina.

Untuk menyikapi isu politik tersebut, Tan Malaka menyarankan untuk berpikir materialisme. Materialisme tentu berlawan dengan agama. Materialisme akan membantu kita berpikir logis dalam menyikapi kemerdekaan Palestina dari kolonialisme Israel. Satu-satunya cara yang paling baik adalah perdamaian. Kedua kubu hendaknya menghentikan konflik dan legowo dengan hak-hak masing-masing.

Jika Israel tetap tidak menghendaki perdamaian, maka kita harus menggunakan cara lain, di antara, jihad melawan Israel. Jihad ini tidak melulu berupa perang. Tapi, jihad ini bisa berupa kritik lewat tulisan yang menyadarkan Israel bahwa apa yang telah mereka lakukan selama ini keliru. Mereka harus menghentikannya.

Selebihnya, kita hendaknya memasrahkan kepada Tuhan. Karena, Dia yang puasa kuasa untuk memberikan hidayah kepada hamba-Nya. Tentu sikap pasrah ini dapat dilakukan jika kita sudah berusaha sekuat tenaga. Tan Malaka menekankan pentingnya doa di sini setelah kita berpikir materialisme serta dibarengi tindakan yang nyata.

Sebagai penutup, kesadaran bahwa konflik Israel-Palestina bukanlah konflik agama, tapi politik, penting ditanamkan dalam benak kita. Agar kita tidak terjebak dalam kebencian yang salah dan tindakan yang keliru. Pahami kembali sejarah konflik Israel-Palestina yang njelimet disertai pikiran yang terbuka.

 

Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.

Penulis kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman, kadang menjadi pembicara di beberapa seminar nasional
951 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
Telaah

Tapera Vs Investasi, Mana yang Urgen untuk Bangsa dan Negara?

2 Mins read
Apa Keuntungan Masing-Masing dan Manakah yang Lebih Fleksibel Terhadap Keuangan? Perencanaan keuangan yang cermat adalah kunci utama dalam mencapai stabilitas finansial di…
Telaah

Cek Khodam Meledak di TikTok: Hiburan Semata atau Krisis Identitas?

3 Mins read
Tren cek khodam kini merajai TikTok, menarik perhatian ribuan pengguna dengan aktivitas sederhana namun menghibur. Fenomena ini, yang awalnya hanya sekadar aktivitas…
Telaah

Benarkah Petani Menjadi Tulang Punggung Sistem Feodalisme?

2 Mins read
Feodalisme di Indonesia biasa diartikan sebagai pembagian kekuasaan untuk menguasai wilayah. Melalui feodalisme penguasa akan semakin berkuasa atas wilayah dan rakyat biasa…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *