Bhinneka Tunggal Ika

Mengapa Penting Menanamkan Nilai-nilai Moderasi di Negara Ini?

1 Mins read

Pernah saya menghadiri kuliah tentang moderasi Islam. Mungkin sebagian kita bertanya, perlukah Islam dimoderasi? Bukanlah Islam sudah moderat? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini penting dijawab. Bahwa Islam memang sudah moderat, jadi tidak perlu disematkan istilah moderasi atau sepadannya.

Dugaan saya, istilah moderasi atau moderat disematkan kepada Islam hanya untuk menegaskan bahwa Islam itu benar-benar moderat. Lebih dari itu, bisa jadi untuk mengingatkan pelaku teror yang berseberangan dengan nilai-nilai Islam yang moderat itu. Sehingga, mereka menyadari bahwa perbuatan mereka yang disandarkan kepada IsIam tidak dapat dibenarkan.

Sebenarnya kuliah tentang moderasi Islam itu bertujuan untuk menjelaskan seputar nilai-nilai moderat. Sebab, banyak orang yang belum paham tentang nilai-nilai ini. Sehingga, mereka terjebak dalam paham yang keliru tentang Islam. Semisal, mereka keliru memahami jihad dengan aksi-aksi terorisme dan masih banyak yang lainnya.

Kekeliruan dalam memahami Islam akan mengakibatkan dampak negatif. Banyak korban yang tidak berdosa menghembuskan nafas. Bahkan, pelaku kejahatan ini sampai rela bunuh diri. Padahal, bunuh diri itu dilarang dalam Islam. Mereka merasa apa yang dilakukan adalah sebuah kebenaran.

Kemudian, apa saja kriteria nilai-nilai moderasi itu? Banyak pendapat mengenainya. Tapi, pada tulisan ini saya mengambil beberapa poin pentingnya saja. Di antara nilai-nilai moderasi adalah terbuka tehadap perbedaan, menghindari ujaran kebencian, dan berdakwah dengan sikap yang santun.

Beberapa kriteria tersebut sangat relevansi bila dihadapkan dengan konteks isu di Indonesia. Perlu pemikiran yang terbuka merespon perbedaan pemikiran dan agama. Tidak perlu berselisih karena perbedaan itu. Begitu pula, tidak boleh menerbar kebencian karena beberapa hal.

Bahkan, moderasi ini mengajarkan kita berdakwah dengan sikap yang ramah dan santun. Sikap yang ramah ini akan membukakan hati seseorang untuk menerima si pendakwah. Karena, itu sesuai dengan saran Allah dalam Al-Quran untuk tidak bersikap karas dalam berdakwah, karena sikap kasar itu akan membuat orang lain menghindar (menolaknya).

Sebagai penutup, nilai-nilai moderasi menjadi bekal dalam membangun bangsa ini menuju masa depan yang jauh lebih baik karena bangsa yang dibekali dengan paham moderasi akan bersikap baik kepada siapapun tanpa memandang status sosial, kelompok, dan keyakinan.[] Shallallahu ala Muhammad

843 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
Bhinneka Tunggal Ika

Membongkar Wahhabisme: Penyebar Kebencian Berkedok Kesalehan

3 Mins read
Wahhabisme adalah ideologi radikal yang semakin menyebar di Indonesia. Aliran ini menuntut ketakwaan dan kesalehan, tetapi seringkali menjadi sarang kebencian dan intoleransi,…
Bhinneka Tunggal Ika

Rektor IAIN Ponorogo: Salam Lintas Agama Bukan Ubudiyah, Tapi Muamalah

3 Mins read
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait salam lintas agama yang tidak dibenarkan, terus menuai komentar pro dan kontra. Terutama dikaitkan dengan keberagaman…
Bhinneka Tunggal Ika

Maecenas Muslim yang Tumbuh dari Kampung

12 Mins read
Sungai Citarik yang mengular dari utara menuju selatan hingga ke muaranya di Pelabuhan Ratu, jadi saksi perkembangan sebuah desa kecil di sisi…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *