Editorial

Mengungkapan Kiprah Seorang Antropolog Indonesia Masa Kini

3 Mins read

Antropologi Indonesia telah menjadi subjek pembelajaran sejak abad ke-16, dengan fokus pada etnografi untuk memahami masyarakat dan kebudayaan di Indonesia. Banyak tokoh penting telah memberikan kontribusi signifikan dalam menjelaskan kehidupan suku bangsa di Indonesia, seperti Snouck Hurgronye, Niewenhuis, dan A.C. Kruyt, meskipun pada masa itu disiplin ini banyak dimanfaatkan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Setelah tahun 1950, antropologi di Indonesia berkembang sebagai alat penting untuk proyek nasionalisme dan mendukung pembangunan. Salah satu tokoh penting dalam perkembangan ini adalah Dr. Tony Rudyansjah, seorang antropolog yang telah memberikan kontribusi besar dalam mengembangkan studi antropologi di Indonesia.

Dr. Tony Rudyansjah telah melalui perjalanan panjang dalam karir akademiknya, ia telah mengabdikan hidupnya untuk memperluas pemahaman tentang antropologi. Karya-karya Dr. Tony Rudyansjah telah menjadi rujukan penting bagi akademisi, dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum di Indonesia.

Salah satu buku terbarunya, “Max Weber dan Antropologi: Rasionalitas, Tindakan, Agama, dan Kapitalisme Dipahami Melalui Metode Verstehen Dan Tipe Ideal,” yang tajam menyoroti kekhawatirannya akan kurangnya pemahaman yang utuh terhadap pemikiran ahli sosial tertentu.

Dr. Tony Rudyansjah juga telah menulis beberapa buku yang membahas berbagai aspek antropologi, seperti hubungan kekuasaan, sejarah, dan tindakan dalam masyarakat Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, serta mendalamnya pemikiran Emile Durkheim.

Beberapa buku yang pernah ia tulis diantaranya, buku “Kekuasaan, Sejarah dan Tindakan: Sebuah Kajian tentang Lanskap Budaya” yang diterbitkan Rajawali Pers, cetakan Pertama Tahun 2009 dengan tebal buku 255 Halaman, yang membahas hubungan antara kekuasaan, sejarah, dan tindakan dalam masyarakat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Dengan menggabungkan pendekatan teori dan etnografi untuk memahami realitas sosial masyarakat Buton.

Kemudian buku kedua Dr. Tony Rudyansjah berjudul “Emile Durkheim: Pemikiran Utama dan Percabangannya ke Radcliffe-Brown, Fortes, Levi-Strauss, Turner, dan Holbraad” yang membahas seluk beluk Emile Durkheim secara rapi. Secara garis besar, buku ini membahas secara mendalam mengenai pemikiran pemikiran Emile Durkheim, seperti teori fakta sosial, solidaritas mekanik, solidaritas organik, teori mengenai religi/agama, dan lain sebagainya. Inti dari semua teori tersebut adalah hubungan antara perubahan dan proses. Mengkaji isu perubahan masyarakat dari yang tradisional dan masih sederhana menuju yang modern dan sudah terindustrialisasi.

Mengenai hasil pemikiran Emile Durkheim, Teori, Pengaruh, dan Kontroversi dari Emile Durkheim, terbit pada tahun 2015, diterbitkan oleh penerbit buku kompas, setebal 190 halaman. Kemudian Dr. Tony Rudyansjah menerbitkan buku ke tiganya berjudul “Kesepakatan Tanah Waliyo”. Buku ini merupakan hasil penelitian lapangan dan pustaka ini diterbitkan atas kerjasama antara Tim Peneliti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia dan Pemerintah Daerah Kota Baubau.

Selain karya tulisannya, Dr. Tony Rudyansjah juga aktif dalam kegiatan akademis dan sosial. Dia telah menjadi anggota berbagai lembaga dan telah menyampaikan makalahnya di berbagai universitas ternama di dunia, termasuk Princeton University, University of Cambridge, dan University of Oslo.

Penghargaan dan beasiswa yang diterima Dr. Tony Rudyansjah mencerminkan pengakuan atas kontribusinya dalam bidang antropologi. Dia juga aktif dalam afiliasi profesional dan kegiatan ilmiah, baik di dalam maupun di luar negeri.

Melalui karyanya, Dr. Tony Rudyansjah berharap dapat mendorong pembaca untuk lebih mendalami pemikiran-pemikiran yang dibahas dalam bukunya dan mengembangkan interpretasi yang baru dalam menganalisis gejala sosial saat ini. Dengan demikian, ia berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Dr Tony Rudyansjah memilik seorang istri bernama Mieke Zuraida yang bekerja sebagai corporate secretary di PT Jagartha Advisors, dan dikarunia dua orang anak. Anak bungsu Dr Tony Rudyansjah bernama Muhammad Emilio Valeri bekerja sebagai BC community engagement coordinator di Nature United, Vancouver, British Colombia, Canada. Sementara Anak sulung Dr Tony Rudyansjah bernama Natasya Syahrizad bekerja sebagai Home Finance Manager di Westpac Bank di Goldcoast, Australia.

Hingga saat ini Dr Tony Rudyansjah konsisten mengembangkan studi Antropologi di Indonesia, Ia merupakan tokoh panutan yang menjalani hidupnya berjuang untuk pengembangan Ilmu Antropologi.

Saat ini Dr. Tony Rudyansjah bekerja sebagai Dosen master dan doktor di Universtas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) dan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK). Keryanya yang terbid di Junal tidak sedikit diantaranya sebagai berikut,  “Virtual embodiment in physical realities: Brand buzzers and disciplined bodies in an Indonesian cyberspace,” Hau: Jurnal Teori Etnografi. Jilid 12, Nomor 2 (2022: 436-52); Anthropology in Indonesia, di dalam buku berjudul Pathways to Anthropological Futures., yang diterbitkan pada tahun 2022 oleh Wenner-Gren Foundation for Anthropological Research. New York, USA.

Max Weber dan Antropologi: Rasionalitas, Tindakan, Agama dan Kapitalisme dipahami melalui Metode Verstehen dan Tipe Ideal. 2020. Yogyakarta: Penerbit CV Arti Bumi Intaran. “Telaah Kritis terhadap Pendekatan Ekoteologi dalam Upaya Pelestarian Hewan Liar di Minahasa,” (Critical Analysis of Eco-theological Approaches in the Conservation of Wild Animals in Minahasa), ditulis bersama Glenn Allen Tielung, di dalam jurnal Antropologi Indonesia Vol. 40, No. 2 (2019): 140-158.

“Money and Masohi: An Anthropological Review of Copra Commodity Management,” Wacana, Vol. 20, No. 3 (2019): 507-524.“History and Social Action: A Study of Landscape in the Former Sultanate of Wolio,”  Jurnal Antropologi Indonesia, 2 (2016): 69-82. Kesepakatan Tanah Wolio, Co-author bersama Muhammad Jadul Maula, Hestu Prahara and Sari Damar Ratri, 2011, Jakarta: Titian Budaya.Kekuasaan, Sejarah dan Tindakan: sebuah kajian tentang lanskap kebudayaan. 2009, Jakarta: Penerbit Rajawali Pers.

‘Harmoni Lanskap Spiritual dan Kontestasi Komoditas di Gunung Kawi’, penulis kedua bersama Amirul Auzar Ch. Antropologi Indonesia Vol. 40 No. 2 (2019): 159-170.Émile Durkheim: Pemikiran Utama dan Percabangannya ke Radcliffe-Brown, Fortes, LĂ©vi-Strauss, Turner, dan Holbraad. 2015. Jakarta: Penerbit Buku KompasTema-Tema Mutakhir dalam Kajian Antropologi Religi.

Co-author bersama Geger Riyanto, Muhammad Damm, Imam Ardhianto, Ade Solihat, 2012, Jakarta: UI Press.Alam, Kebudayaan & Yang Ilahi: Turunan, Percabangan dan Pengingkaran dalam Teori-Teori Sosial Budaya, 2011, Jakarta: Titian Budaya. ‘Umstrittene IdentitĂ€ten, Hierarchische Beziehungen und Machtdiskurse auf Buton, SĂŒdost-Sulawesi’, in Martin Slama, Konflikte-MĂ€chte-IdentitĂ€ten, 2009, Wien (Wina): Österreichische Akademie der Wissenschaften.

Imam Tantowi

Passionate Writer with a Curiosity for Diverse Knowledge and Cultures As an avid writer, I find solace and excitement in the dance of words across a blank page, shaping ideas and narratives into coherent stories.
771 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
Editorial

Strategi Green Manufacturing, Upaya Mewujudkan SDGs

2 Mins read
Berdasarkan data yang diperoleh dari Databooks tahun 2021, Indonesia menghasilkan 60 juta ton limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), dengan sektor manufaktur…
Editorial

Air Bersih & Sanitasi SDGs Menuju Kesejahteraan

3 Mins read
Pada era globalisasi ini, kebutuhan akan air bersih dan sanitasi yang layak menjadi perhatian utama dalam membangun masyarakat yang berkelanjutan. Tidak hanya…
Editorial

Yang Muda yang Radikal, Ironis Terorisme Hari Ini

3 Mins read
Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pekan lalu merilis hasil survei tentang keberadaan Negara Islam Irak dan Suriah (1SIS) di Indonesia. Salah…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *