Jaga Pilar

Nyai Ahmad Dahlan, Berperan Besar dalam Gerakan Mencerdaskan Bangsa

1 Mins read

Nyai Ahmad Dahlan yang bernama asli Siti Walidah merupakan istri dari KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Ia berperan besar dalam gerakan-gerakan mencerdaskan anak bangsa. Salah satunya melalui organisasi ‘Aisyiyah yang ia dirikan.

Nyai Ahmad Dahlan berpandangan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki peran dan peluang yang sama dalam menyebarkan agama dan mencerdaskan bangsa. Menurutnya, pendidikan pertama yang diterima seorang anak adalah dari keluarganya.

Sebab itu, para wanita dan kaum ibu memiliki peran dan tanggung jawab yang besar untuk turut mendukung kemajuan masyarakat, di antaranya melalui pendidikan dan pengasuhan anak-anak mereka sendiri.

Dari pemikiran tersebutlah, pada 19 Mei 1917, dia mendirikan ‘Aisyiyah, sebuah organisasi yang menghimpun kaum ibu. Lewat ‘Aisyiyah, Nyai Ahmad Dahlan bergerak dalam bidang pendidikan agama serta pelayanan kesehatan dan sosial.

Semula, ‘Aisyiyah bernama Sopo Tresno, sebuah perkumpulan yang berisi pengajian Al Quran berikut maknanya yang berdiri pada 1914. Perkumpulan ini juga mengajarkan baca tulis kepada pesertanya yang berasal dari beragam kalangan, mulai dari putri keraton sampai buruh batik.

Sopo Tresno kemudian berkembang menjadi organisasi perempuan dan berubah namanya menjadi ‘Aisyiyah. Nama organisasi ini diambil dari nama istri Nabi Muhammad, yaitu ‘Aisyah yang dikenal cerdas dan mumpuni. Organisasi yang resmi berdiri pada 22 April 1917 ini kemudian menjadi bagian dari Muhammadiyah, organisasi yang didirikan suaminya pada 1912.

Nyai Ahmad Dahlan juga dikenal sebagai pribadi yang visioner. Ia pernah mengajarkan anak-anak perempuan untuk naik sepeda. Kegiatan itu sebenarnya tak lazim pada masa itu, tapi Nyai Ahmad Dahlan memiliki maksud tertentu dengan melakukannya. Ia ingin agar perempuan berani keluar dari kungkungan tradisi dan mampu berkontribusi secara luas, tak hanya di wilayah domestik semata.

Siti Walidah lahir di Kauman, Yogyakarta, pada 3 Januari 1872. Ia putri dari Kiai Penghulu Haji Muhammad Fadli bin Kiai Penghulu Haji Ibrahim, seorang ulama keraton Yogyakarta. Tokoh wanita ini meninggal dunia pada 31 Mei 1946, setahun setelah Indonesia merdeka. Jenazahnya dimakamkan di belakang Masjid Agung Yogyakarta.

Selama hidupnya, Nyai Ahmad Dahlan dikenal sebagai pemuka agama agama yang terkenal. Ia terus aktif dalam organisasi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, bahkan setelah kepergian suaminya pada 23 Februari 1923.

Atas jasa-jasanya, pemerintah mengangkatnya sebagai pahlawan nasional pada 10 November 1971 sesuai Keputusan Presiden Nomor 42/TK Tahun 1971.

Selengkapnya baca di sini

867 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
Jaga Pilar

Memperkuat Strategi Pemberantasan Korupsi Secara Menyeluruh

1 Mins read
Korupsi telah menjadi penyakit kronis yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Praktik tercela ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga…
Jaga Pilar

Resiliensi dan Ketahanan Masyarakat Menghadapi Ekstremisme

3 Mins read
Ekstremisme kekerasan di Indonesia selalu diwarnai dengan dinamika baru. Jika flashback kembali, bisa dikatakan bahwa kemajuan dalam penanganan ekstrimisme kekerasan di Indonesia…
Jaga Pilar

ASN dan Moderasi Beragama yang Harus Diperhatikan Bersama

3 Mins read
Moderasi beragama adalah konsep yang mendorong kerukunan antaragama dan menjaga keseimbangan dalam beragama. Prinsip moderasi ini menjadi penting melihat keberagaman dan kemajemukan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *