Jaga Pilar

Pemindahan Jasad Pakubuwana VI dari Ambon ke Imogiri

1 Mins read

Sri Susuhunan Pakubuwana VI adalah raja Kasunanan Surakarta/Solo yang memerintah pada 1823-1830. Ia dinobatkan sebagai pahlawan nasional Republik Indonesia pada 1964. Semasa hidupnya Pakubuwana VI turut menentang berkongsi dengan pemerintah kolonial Belanda.

Seusai Pangeran Diponegoro ditangkap pada 28 Maret 1830, Pakubuwana VI dijadi sasaran penangkapan Belanda karena menolak menyerahkan wilayah Surakarta. Namun, Pakubuwana VI ditangkap juga di daerah Mancingan, Yogyakarta, pada 8 Juni 1830. Ia kemudian diasingkan ke Ambon sebulan setelah penangkapan.

Di tanah pengasingan, Pakubuwana VI berupaya bekerja sama dengan Sultan Ternate dalam melawan Belanda. Sayangnya langkah itu tercium oleh Belanda.

Pada 2 Juni 1849, Pakubuwana VI meninggal dunia di Ambon. Belanda melaporkan ia meninggal tertimpa tiang kapal ketika melaut. Namun, menurut analisis Jenderal KGPH. Jatikusumo (salah satu putra Pakubuwana X), di tengkoraknya terdapat lubang seukuran peluru senapan baker. Ia diduga dibunuh oleh tentara Belanda.

Pada 1957, usaha memulangkan jasad Pakubuwana VI dilakukan oleh Kraton Surakarta. Tepatnya pada 11 Maret, jasadnya tiba di Surakarta di Stasiun Solo Balapan. Sebelum diantar ke kompleks makam mantan raja-raja Mataram di Imogiri, Yogyakarta, jasad Pakubuwana VI ditempatkan di Masjid Kraton Pujosono.

Prosesi pengantaran jasad Pakubuwana VI dilakukan pada 13 Maret 1957. Menurut kabar majalah mingguan Star Weekly, penduduk yang tinggal di sekitaran Solo dan Yogya ikut mengiringi pengantaran jasad dengan memadati jalan.

“Di alun-alun Selatan bahkan ada juga orang-orang yang menangis dan orang-orang itu tidak kenal pribadi Susuhunan Pakubuwana VI,” lapor Star Weekly.

Ketika iringan jasad Pakubuwuna VI tiba di sekitar wilayah Candi Prambanan, Persatuan Motor Jogja turut menyambut dan ikut mengantar. Setibanya di Imogiri, jasad Pakubuwana VI disambut banyak orang. Jasadnya kemudian diantar ke Bukit Merak, tempat peristirahatan terakhir para pendahulunya.

Selengkapnya baca di sini

867 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
Jaga Pilar

Memperkuat Strategi Pemberantasan Korupsi Secara Menyeluruh

1 Mins read
Korupsi telah menjadi penyakit kronis yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Praktik tercela ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga…
Jaga Pilar

Resiliensi dan Ketahanan Masyarakat Menghadapi Ekstremisme

3 Mins read
Ekstremisme kekerasan di Indonesia selalu diwarnai dengan dinamika baru. Jika flashback kembali, bisa dikatakan bahwa kemajuan dalam penanganan ekstrimisme kekerasan di Indonesia…
Jaga Pilar

ASN dan Moderasi Beragama yang Harus Diperhatikan Bersama

3 Mins read
Moderasi beragama adalah konsep yang mendorong kerukunan antaragama dan menjaga keseimbangan dalam beragama. Prinsip moderasi ini menjadi penting melihat keberagaman dan kemajemukan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *