UUD 45

Pentingnya Melindungi Data-data Pribadi

3 Mins read

Saat ini kebocoran data pribadi sering kali terjadi di berbagai platform. Sebagai salah satu mahasiswa jurusan Teknik Informatika, membahas hal ini sangat menarik bagi saya.

Sebenarnya, sebagian besar penduduk Indonesia masih tidak terlalu memikirkan pentingnya melindungi data pribadi. Yang menjadi masalahnya adalah kebocoran data pribadi sering terjadi, tetapi masyarakat masih saja menganggapnya sepele.

Di zaman sekarang banyak terjadi kebocoran data sehingga kebanyakan orang tidak menyadarinya, kebocoran data tersebut dapat berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, alamat dan lainnya. Padahal data-data ini sangat penting untuk melindungi privasi dan harta yang ada.

Dampak yang sering menimpa penduduk Indonesia sangat beragam. Dari menerima SMS penipuan, telepon penipuan, dan bahkan pinjaman online. Modus-modus penipuan ini sudah sering terjadi, namun masih saja banyak penduduk Indonesia yang masih tertipu.

Seperti kejadian yang masih hangat di Instagram. Hanya menggunakan filter dari pihak Instagram yang bernama ‚Äúadd yours‚ÄĚ.¬†¬†Sebagian orang yang tidak terlalu mengerti akan seberapa pentingnya data pribadi mereka, tidak akan tahu jika menggunakan fitur¬†add yours¬†, data kita dapat digunakkan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab dengan sangat mudah.

Mengapa tidak? Di fitur ini kita bisa memasukkan nama panggilan, nama orang tua, alamat rumah, bahkan kita dapat memberi tahu kita adalah anak ke berapa melalui fitur ini. Oleh karena itu, ini merupakan kesempatan emas bagi orang orang yang ingin mengumpulkan data untuk kepentingan mereka sendiri dan kita menjadi pihak yang rugi. Tidak hanya itu, saya juga pernah mengalaminya melalu cara yang berbeda.

Seperti kejadian yang baru saya alami beberapa saat lalu, saya menerima sebuah paket berupa penawaran properti rumah. Di paket tersebut tertera jelas nama, alamat, serta nomor telepon saya yang tertera dengan sangat sempurna tanpa kesalahan. Pertanyaannya, mengapa hal ini bisa terjadi? Setelah saya telaah, bahwa hal ini terjadi akibat kebocoran data yang seharusnya menjadi privasi saya.

Sangat menyeramkan, bukan? Sehingga alangkah baiknya jika para pembaca dapat melindungi data pribadi dengan lebih baik untuk mengurangi kerugian dari kebocoran data.

Dalam Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP), data pribadi adalah setiap data tentang seseorang baik yang teridentifikasi dan atau dapat diidentifikasi secara tersendiri atau dikombinasi dengan informasi lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sistem.

Dari pengertian di atas dapat terlihat bahwa pemerintah juga sangat memperhatikan pentingnya perlindungan terhadap data pribadi. Oleh sebab itu, kita tidak perlu takut karena data pribadi kita juga dilindungi oleh negara. Tetapi alangkah baiknya sebelum kebocoran data tersebut terjadi lebih baik kita mencegahnya.

tips and trick mencegah kebocoran data

Cara yang pertama merupakan cara yang sagat simpul atu mudah yaitu dengan mewaspadai tempat kita memasukkan data pribadi. Jika kita merasa tempat yang ingin kita masukan data tersebut mencurigakan makan kita tidak perlu memasukkannya.

Cara kedua saat kita akan mengunggah foto. Kita bisa mengatur watermark atau logo dengan tingkat transparannya sebanyak 50% atau kurang. Dengan cara ini kita dapat mencegah dampak buruk yang akan terjadi kepada kita.

Sebagai contoh jika si pelaku tidak bertanggung jawab akan mengunakan foto KTP kita untuk melakukan peminjaman uang secara online maka pihak pinjaman uang tersebut pasti akan menyadari adanya kejanggalan dalam foto KTP tersebut.

Cara ketiga yaitu dengan cara menggunakan second number atau nomor ke 2. Jadi jika kita mengalami spam telefon atau sms yang merugikan, kita dapat mengganti nomor tersebut. Dan usahakan untuk tidak memasukan nomor utama dalam aplikasi atau situs yang tidak terpercaya.

Cara keempat adalah dengan hindari fotokopi KTP (Kartu Identitas Penduduk) karena banyak data pribadi yang yag sangat penting terdapat pada KTP contohnya alamat, NIK, dan lainnya.

Cara kelima yaitu tidak memasukkan data data pribadi yang penting. Ini memang sedikit menyulitkan karena di smartphone zaman sekarang, jika kira ingin melakukan sesuatu, kita harus mendaftarkan data pribadi kita. Yang saya maksud dengan tidak mengumbar data pribadi kita adalah kita dapat mengakses aplikasi aplikasi tersebut dengan hanya dengan mode free-nya saja.

Seperti yang saya bahas di atas tujuan pembentukan Rancangan Undang Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) adalah untuk mengurangi dampak negatif dari kebocoran data tersebut.

Di zaman yang serba digital sekarang untuk bergabung dengan sebuah perusahaan atau sebuah organisasi, kita wajib mengisi data pribadi kita sebagai syarat yang wajib. Dan banyak juga perusahaan-perusahaan yang menganggap enteng data-data tersebut hingga seringnya terjadi kebocoran data.

Oleh karena itu, Rancangan Undang Undang Perlindungan Data Pribadi hadir. Dengan adanya RUU PDP perusahaan dan organisasi akan lebih mementingkan data pribadi kita dan lebih memperketat penjagaan untuk data pribadi kita.

Apabila kita yang mengalami kebocoran data tersebut kita dapat mengadukannya kepada pihak yang berwajib untuk ditindaklanjuti. Tidak hanya sebatas itu, kita juga dapat menerima kompensasi dari kebocoran data tersebut.

Apabila pelaku tidak bertanggung jawab ditemukan atau ditangkap maka pelaku tidak bertanggung jawab akan diberikan sanksi. Sanksi yang diberikan termasuk dalam kategori administratif dan kriminal dalam RUU PDP.

Melalui artikel ini saya ingin menyampaikan bahwa kebocoran data sangat merugikan kita. Karena itu, saya ingin membagikan beberapa tips dan trik untuk meminimalisir kerugian akibat kebocoran data.

Kent Nick. Selengkapnya baca di sini I

2121 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan kenegaraan
Articles
Related posts
UUD 45

Gemuknya Hukum, Masalah Sistem Regulasi Indonesia

2 Mins read
Hukum menjadi pemegang tahta yang sangat fundamental dalam sebuah negara hukum. Demikian Indonesia yang merupakan negara hukum atau¬†rule of law. Sehingga bukan…
UUD 45

Polemik Penghapusan Hak Kampanye Bagi Pejabat Negara

2 Mins read
Prof Romli Atmasasmita guru besar fakultas hukum Universitas Padjajaran menyatakan hukum tidak dipandang sebagai seperangkat norma yang harus dipandang sebagai seperangkat norma…
UUD 45

Legalitas Kepemilikan Tanah Menurut UU PA

3 Mins read
Perkembangan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia telah menjadikan tanah sebagai suatu komoditas yang strategis serta bernilai sangat penting untuk masyarakat. Selain…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *