Telaah

Profil Salem Al-Dawsari, Pencetak Gol Penentu Kemenangan Arab Saudi Atas Argentina

2 Mins read

Arab Saudi mengawali perjalanannya di Piala Dunia 2022 dengan impresif. Mereka berhasil mengalahkan salah satu kandidat juara, Argentina, dengan skor tipis 2-1 dalam pertandingan yang diselenggarakan di Lusail Stadium, pada Selasa (22/11). Sempat tertinggal terlebih dulu, mereka mampu membalikkan keadaan dan berhasil mengakhiri laga dengan kemenangan. Selain kiper Mohammed Alowais yang menjadi bintang di laga tersebut, salah seorang pemain lain yang patut disorot adalah Salem Al-Dawsari, sang pencetak gol kemenangan Arab Saudi.

Mengenal Salem Al-Dawsari

Salem Al-Dawsari memiliki nama lengkap Salem bin Mohammed bin Shafi al-Dawsari. Ia dilahirkan pada 19 Agustus 1991 di Wadi al-Dawasir, sebuah kota yang masih termasuk ke dalam wilayah Nejd, Arab Saudi. Pemain bertinggi 173 cm ini merupakan salah seorang talenta sepak bola terbaik tidak hanya di Arab Saudi, melainkan juga di Asia.

Karir Sepak Bola

Salem Al-Dawsari mengawali karir sepak bola profesionalnya bersama klub masa kecilnya, Al-Hilal. Ia menjalani musim debutnya bersama klub asal Riyadh tersebut pada tahun 2011 saat usianya menginjak 20 tahun. Selama satu musim itu (2011-2012), dia berhasil mencatatkan 30 penampilan dan berhasil menyarangkan 4 gol.

Mampu bermain reguler bersama Al-Hilal membuat Salem berhasil masuk ke dalam skuad timnas Arab Saudi untuk kali pertama dalam ajang kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia. Ia pun berhasil mencetak gol pertamanya untuk timnas negaranya saat melawan Australia pada tahun 2012. Sejak saat itu, ia mulai bermain secara reguler untuk timnas Arab Saudi.

Dari tahun ke tahun, Salem Al-Dawsari mampu bermain reguler bersama Al-Hilal. Berbagai gelar juara berhasil ia raih bersama klubnya. Seperti juara Liga Profesional Arab Saudi sebanyak 4 kali, juara King’s Cup (Piala Raja Arab Saudi) sebanyak 3 kali, juara Crown Prince Cup sebanyak 3 kali, juara Piala Super Arab Saudi sebanyak 3 kali, dan yang paling prestisius tentu juara Liga Champions Asia yang berhasil diraih 2 kali.

Ketajaman yang dimiliki di depan gawang lawan membuatnya dilirik oleh tim-tim Eropa. Hingga pada awal tahun 2018, klub asal Spanyol, Villareal tertarik untuk menggunakan jasanya dengan status pinjaman. Sayangnya, selama setengah musim bersama tim berjuluk ‘Si Kapal Selam Kuning’ itu, tak banyak kesempatan bermain yang ia dapatkan. Tercatat ia hanya melakoni satu laga sebagai pemain pengganti saat Villareal melawan Real Madrid.

Pengalaman merasakan atmosfer sepak bola Eropa dan berlatih bersama pemain-pemain bintang di sana membuat performanya makin meningkat. Saat Piala Dunia 2018 Rusia, ia menjadi pencetak gol penentu kemenangan Arab Saudi atas Mesir dalam pertandingan babak fase grup. Meski akhirnya Arab Saudi harus pulang terlebih dahulu karena kalah jumlah poin dari Uruguay dan tuan rumah Rusia.

Puncaknya, pada tahun 2021, Salem al-Dawsari berhasil menjadi pemain terbaik Liga Champions Asia 2021 setelah sukses menjadi juara bersama Al-Hilal. Pada pertandingan final antara Al-Hilal melawan klub asal Korea Selatan Poohang Steelers, Salem berhasil mencetak salah satu gol dalam laga yang berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan Al-Hilal. Ia juga menjadi pemain terbaik Asia ke-4 versi media China, Titan Sport. Hanya kalah dari pemain-pemain Asia yang merumput di Eropa seperti Son Heung-Min (Korea Selatan/Tottenham Hotspurs), Mehdi Taremi (IR Iran/FC Porto), dan Serdar Azmoun (IR Iran/Bayer Leverkusen).

Penampilan impresif yang ditunjukkan oleh Salem al-Dawsari akhirnya membuat Al-Hilal menyodorkan kontrak baru untuknya. Menurut media Arab News, pada Desember 2021, Al-Hilal menyodorkan kontrak dengan nilai $3,5 juta atau sekitar 55 miliar rupiah per tahun. Angka sebesar itu menjadikannya sebagai pemain Arab Saudi dengan gaji termahal saat ini.

M Naufal Hisyam

Mahasiswa Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
1401 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan kenegaraan
Articles
Related posts
Telaah

Sukoharjo, Kota Teroris?

2 Mins read
Terdengar secara tiba-tiba. Tidak ada angin, tidak hujan. Tapi semuanya terjadi. Gatak sebagai kecamatan paling aman dan tertib di antara kecamatan di…
Telaah

Generasi Muda dan Langkah Strategis Melawan Radikalisme

3 Mins read
Pemimpin Gereja Khatolik Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke benua Eropa pernah menyampaikan “Kekerasan dan kebencian dengan mengatasnamakan Tuhan adalah suatu tindakan yang…
Telaah

Perempuan Indonesia Rentan Menjadi Teroris, Ini Faktornya

2 Mins read
Indonesia kini masuk dalam kotak dunia baru terorisme. Secara politik, dunia baru terorisme ini, berjalan pada hal-hal yang tidak dipikirkan. Misalnya, dunia…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *