Religius

Sistem Khilafah Dipakai Untuk Jualan Agama

1 Mins read

Aktivis khilafah mayakini bahwa terdapat 64% masyarakat muslim di Indonesia menyatakan kesetujuannya pada syariat Islam sebagai hukum negara. Mereka mengklaim itu berdasarkan hasil survei lembaga Pew Research Center di kawasan Aisa Tenggara 2022.

Keyakinan selanjutnya terkait erat dengan tingginya gelombang anak hijrah di Indonesia. Menurut mereka, fenomena hijrah ini adalah bagian bentuk dari tingginya harapan anak-anak ini terhadap berdirinya sistem Islam di Indonesia.

Membelakangi Syariat

Aktivis khilafah menambahkan bahwa perhatian umat terhadap syariat Islam makin pesat ini adalah bentuk perlawan terhadap sistem Pancasila yang lagi bercokol di Indonesia. Secara berulang-ulang, mereka sampaikan bahwa kesadaran umat pada syariat Islam adalah solusi hakiki bagi Indonesia dan dunia.

Klaim terbaik yang mereka paparkan selama ini adalah bahwa sistem Islam semakin dibenci, katanya masyarakat semakin suka. Umat Islam justru membuat masyarakat makin tertarik belajar dan mengenal Islam lebih dalam, katanya. Dan klaim ini mereka tawarkan sebagai pemberi signal bahwa khilafah adalah benar-benar pilihan terbaik dunia saat ini.

Tatanan sosial dan hukum sosial masyarakat yang berbasis syariat mereka inginkan selama ini. Namun aktivis khilafah lupa dengan perangkat yang harus dibawa dan dijadikan sebagai panduan untuk menerapkannya. Akhirnya, mereka hanya bisa teriak bahwa khilafah adalah sistem terbaik untuk Indonesia. Titik.

Lupa Taktik

Katakanlah sistem khilafah akan menjadi berkah dan rahmat tatkala terterapkan secara sempurna di Indonesia. Lalu bagaimana cara menerapkannya? Wong mereka tidak tahu caranya? Mereka ingin mendorong ekonomi, politik, hukum, sosial bersyariah. Namun belum jelas bagaimana cara melakukannya. Aneh bukan?

Keberkahan dan rahmat Islam tidak akan pernah terasa jika khilafah hanya menjadi batu loncatan meraih sebanyak-banyak materi dan permainan politik serta mendapatkan pundi-pundi cuan. Dan sayangnya, tujuan mereka hanya berhenti di situ. Maka, sungguh ironi bila mereka ingin penerapan syariat hanya untuk mewujudkan kesejahteraan hakiki, tapi kenyataannya justru terbalik.

Oleh karena itu, aktivis khilafah ini adalah bisa dibilang manipulator agama yang perannya hanya untuk menguntungkan diri mereka sendiri. Ternyata mereka meneriakkan sistem syariat sebagai sistem yang dicita-citakan mampu memberikan kemaslahatan bagi semua umat manusia hanya omongan semata. Ternyata teriak-teriak sistem khilafah harus tegak di Indonesia hanya dipakai menjadi jualan agama saja!

873 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
Religius

Mengapa Harus Ada Perbedaan Agama-Agama di Dunia Ini?

2 Mins read
Semua agama memiliki kepercayaan kepada Tuhan. Inti beragama adalah ber-Tuhan. Tidak ada agama yang tidak mengajarkan kepercayaan terhadap adanya Tuhan. Aspek ketuhanan…
Religius

Mengkaji Makna Pemimpin Zalim yang Harus Dipahami

1 Mins read
Dalam salah satu riwayat, ketika Umar bin Abdil Aziz ra diganti menjadi khalifah ia berdiri dan berkata kepada umatnya: أَلَا لَا سَلَامَةَ…
Religius

Manakib Kebangsaan: Dari Soekarno Hingga Gus Dur dan Cara Menjadi Indonesia

3 Mins read
Islam lahir setelah didahului berkembangnya Agama Hindu, Budha, Kristen-Katolik, Majusi, Zoroaster, Mesir Kuno, maupun agama-agama lain. Karena hal itu, Islam sangat memahami…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *