Jaga Pilar

Syekh Yasin Al-Fadani dan Ilmu Falak: Kesungguhan Syekh Yasin Mempelajari Ilmu Falak

6 Mins read

Syekh Muhammad Yasin bin Muhammad Isa al-Fadani (1916-1990) adalah Direktur Darul Ulum di Makkah. Ia dikenal sebagai ahli hadis dan sanad; namun sejatinya ia ahli dalam segala disiplin ilmu keislaman.

Ia juga seorang pengajar Ilmu Falak di Darul Ulum Makkah. Ia gemar mempelajari Ilmu Falak, karena mengetahui betapa mulianya ilmu ini. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani disebutkan:

لو أقسمت لبررت إن خيار عباد الله إلى الله لرعاة الشمس و القمر يعني المؤذنين و الموقتين و أنهم ليعرفون يوم القيامة بطول أعناقهم (رواه الطبراني في معجمه الأوسط)

Sesungguhnya hamba yang paling dicintai Allah adalah mereka yang mengamati matahari dan bulan, yaitu para muazin dan muwaqqit. Dan mereka akan dikenali pada hari kiamat kelak dengan panjangnya leher mereka.

Untuk mengetahui waktu shalat masuk atau tidak, caranya dengan melakukan pengamatan. Di dalam Alquran sendiri diisyaratkan bahwa masuknya shalat karena tergelincirnya matahari. Disinilah letak kemuliaan Ilmu Falak, karena ia menjadi wasilah untuk dapat mengetahui waktu sholat, demikian juga menghadap kiblat yang merupakan syarat sahnya shalat; dan hukum mempelajarinya fardhu kifayah. Selain itu, Syekh Yasin menyebut bahwa Ilmu Falak juga berfaedah untuk mengetahui ahli waris jika mereka wafat dalam satu waktu.

Guru-guru Syekh Yasin di Bidang Ilmu Falak

Ketika muda, Syekh Yasin belajar kepada masyayikh haramain dalam berbagai disiplin ilmu keislaman, termasuk juga belajar Ilmu Falak. Beberapa Guru Syekh Yasin al-Fadani di bidang Ilmu Falak:

  1. Syekh Khalifah bin Hamad an-Nabhani (1270 – 1366 H)
  2. Syekh Hasan bin Muhammad Masyath
  3. Syekh Muhammad ‘Ali bin Husain bin Ibrahim bin Husain bin Abid al-Maliki al-Makki.
  4. Syekh Muhyiddin bin Shabir al-Qadhi al-Bukhari al-Makki
  5. Syekh Mukhtar bin Utsman Makhdum al-Bukhari al-Makki
  6. Sayyid Muhsin bin Ali bin Abdurrahman al-Musawwa al-Hadlromi
  7. Syekh Mukhtar bin Atharid al-Batawi.
  8. Syekh Abdul Wasi’ bin Yahya al-Wasi’i al-Yamani ash-Shan’ani az-Zubaidi,
  9. Al-Mawlawi Abdurrahman Kari Bakhsy al-Hindi
  10. Syekh Ahmad Shadaqah Dahlan
  11. Syekh Ihsan bin Abdullah bin Muhammad Shaleh al-Jamfesi
  12. Syekh Muhammad Manshur al-Batawi (1295 H – 1387 H).
  13. KH Abdul Muhith bin Ya’qub bin Fanji as-Sidaroji as-Surabawi al-Jawi al-Makki,
  14. Syekh Muhammad Ahyad al-Bughuri (w. 9 Shafar 1372 H/1952 M).

Kitab-Kitab Falak yang Dipelajari Syekh Yasin Al-Fadani

Menurut penelusuran penulis, Syekh Yasin sangat banyak mempelajari kitab-kitab falak, diketahui dari kitab-kitab yang beliau dijadikan rujukan dalam penyusunan kitab falak yang beliau tulis, antara lain: 1) Al-Wasilah al-Mar’iyyah li Ma’rifah al-Awqat asy-Syar’iyyah, 2) Tsamarat al-Wasilah li man Arada al-Fadhilah, 3) Kitab Jadwal ad-Da-iroh al-Maghni-thisiyyah li Ma’rifah al-Qiblah al-Islamiyyah, 4) Risalah Rasm al-Basa-ith, 5) Risalah fi al-Awqat wa al-Qiblah bi al-Jadawil as-Sittiniyyah, 6) At-Taqrirat an-Nafisah fi Bayan al-Basithah wa al-Kabisah,7) Manzhumah fi Manazil al-Qamar, 8) Al-Khulasah al-Wafiyyah, karya Syekh Zubair Umar al-Jailani, 9) Taqrib al-Maqshad fi al-‘Amal bi ar-Rub’ al-Mujayyab, karangan Syekh Mukhtar bin Athorid, 10) Risalah Zurr al-Jaib li Buldan Jawa, karangan Syekh Muhammad Hasan Asy’ari al-Baweani,

Baca juga:  Juni dan Penggubah Puisi (3): Sutardji Calzoum Bachri; Tokoh dan Buku Belum Berakhir

11) Ghayah al-Irtifa’ bi al-Bakhsy al-ladzi fi Tharaf Qaus al-Irtifa’, karangan Syekh Jamaluddin al-Maridini, 12) Hawi al-Mukhtasarat, karangan Al-Maridini, 13) Al-Bakurah al-Janiyyah, karangan Syekh Muhammad bin Yusuf al-Khayyath14) Al-Marashid, karangan Junyawi, 15) Syarah al-Ju’maini, 16) Al-Manzhumah, karangan al-‘Allamah Ahmad bin Qasim, 17) Al-Mathla’ as-Sa’id fi Hisabat al-Kawakib ‘ala Rashd al-Jadid, karangan Syekh Husain Zaid, 18) Az-Zaij al-Kabir, karangan Syekh Ahmad Musa az-Zarqawi, 19) Aqrab al-Wasaith li Ma’rifath al-Basa-ith, karangan Syekh Mahmud Abdul Ghani, 20) Ad-Durr al-Mantsur, karangan Abul Hasan al-Marakisyi,

21) Irsyad al-Ha-ir, karangan Syekh Abu Abdullah ar-Rubathi, 22) Adz-Dzakhirah ma’a ad-Da-iroh al-Hindiyyah wa Ghairuha min al-Asykal al-Handasiyyah, 23) Masyariq al-Adillah fi Ma’rifah al-Qiblah, karangan Muallim Ahmad bin Hasan asy-Syadzili, 24) Jadwal ad-Da-iroh al-Maghnithisiyyah li Ma’rifah al-Qiblah al-Islamiyah, karangan Syekh Khalifah bin Hamad an-Nabhani, 25) Mukhtasar al-‘Ain an-Najiyah al-Maqshudah, karangan az-Zubaidi, 26) Az-Zaij al-Mustaufa, karangan Ibnu Raqqam, 27) Jughrafiya, karangan Ptolomeus, 28) Al-Manahij al-Hamidiyah fi Hisabat an-Nataij as-Sanawiyyah, karangan Syekh Abdul Hami Mursi, 29) Az-Zaij al-Kabir, karangan Zarqawi,

30) Nail al-Mathlub fi A’mal al-Juyub, karangan Syekh Muhammad Hasan bin Yahya al-Jambi al-Jawi, 31) Syarah Tasyrih al-Aflak, karangan al-‘Allamah ‘Ishmatullah, 32) At-Tadzkirah, karangan at-Tajuri, 33) At-Tadzkirah wa Silk Shahib al-Yawaqit, 34) Adz-Dzakhirah, karangan al-‘Allamah al-Qarafi, 35) Al-Jamal asy-Syarif, karangan Muhammad asy-Syilli, 36) As-Sab’ asy-Syidad, 37) Khulasah al-Hisab wa al-Handasah, karangan al-‘Allamah Syekh Bahaud-Din al-‘Amili, 38) An-Natijah al-Mardhiyyah, karangan Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, 39) Arsyimidis, seorang ilmuan,

40) Sullam an-Nayyirain, 41) Khullasah al-Jadawil, 42) Risalah fi Sholat al-Kusuf wa al-Khusuf, 43) Mizan al-‘Itidal, 44) Washilah at-Thullab, 45) Jadawil ad-Dawa-ir al-Falakiyyah, 46) Arba Rasa-il fi Mas-alah al-Hilal, 47) Ar-Rub’ al-Mujayyab, 48) at-Tadzkirah an-Nafi’ah fi ‘Amal ash-Shaum wa al-Fithr, 49) Mukhtashar Ijtima’ an-Nayyirain, 50) Jadwal al-Qiblah, 51) Jadwal Awqat ash-Sholat, 52) Tathbiq ‘Amal al-Ijtima’ wa al-Khusuf wa al-Kusuf, 53) Daf’ul-Hijab ‘an Mathalib at-Tauqit bi al-Jiyab, 54) Ad-Durar as-Saniyyah fi Tarikh al-Kawakib as-Sab’ah al-Bahiyyah, 55) Rasail fi ‘Ilm al-Asturlab al-Mujayyab, 56) Ilmu al-Miqat bi laa aalat, 57) Ma’rifah dlil az-zawal kulla yaum li ‘ardl Makkah, 58) al-Asturlabdan 59) al-Muqanthar min al-Asturlab.

Selain kitab-kitab falak di atas, Syekh Yasin juga membaca kitab para ulama yang berkaitan dengan ilmu falak, di antaranya, yang ditulis oleh: 1) Syekh Yunus ar-Rasyidi, 2) Ahmad Syihab Ahmad Ramli, 3) Al-Allamah Abdul Hamid asy-Syarwani, 4) Euclidis, 5) Ptolemeus, 6) Nashiruddin ath-Thusi, 7) Ulugh Bek, 8) Ibnu Sina, 9) ar-Rashid asy-Syahir Yahya bin Abi Syukr, 10) Ibnu Syathir ad-Dimasyqi, 11) al-Mawasi, 12) al-Barjandi, 13) at-Tajuri, 14) ash-Shaqafusi, 15) al-Mu-ayyad al-Faudhi, 16) Abul Wafa’, 17) al-Yauzjani, 18) Abu Raihan al-Biruni, 19) Ismail bin Musthafa at-Turki, 20) at-Taudzari, 21) al-‘Allamah al-Buldani, 22) Bani al-Marhum Basya al-Falaki al-Mishri, 23) Syekh Muhammad Bakhiet al-Muthi’i, 24) al-‘Allamah Sayyid Muhammad Hamid al-Hadawi, 25) Abul Qasim bin as-Samah, 26) Abu Muhammad Abdul Majid al-Malifi, 27) al-Allamah Ahmad bin Abdul Haq as-Sinbathi, 28) Syekh Muhammad bin Sulaiman, 29) Abrakhas Fahis, dan 30) Muhyiddin al-Maghribi.

Syekh Yasin Mempelajari Ilmu Falak Islam dan Astronomi Barat

Dari banyaknya kitab yang beliau baca, bisa kita sebut bahwa Syekh Muhammad Yasin al-Fadani menguasai Ilmu Falak klasik maupun astronomi modern dan geodesi. Sebab kitab yang pernah beliau baca seperti yang ditulis oleh Abu Raihan al-Biruni berbicara tentang astronomi dan geodesi, dan kitab al-Khulasah al-Wafiyah tergolong kitab yang berbicara tentang astronomi modern, di dalamnya ada tentang komet, meteor, sejarah ilmu falak dari masa ke masa, tentang lunar mansion dan lainnya; bahkan Syekh Yasin juga membaca buku-buku yang ditulis oleh ilmuan pra-islam seperti Ptolomeus, Euclidis, dan Archimedes.

Namun, kata KH Maimoen Zubair yang pernah belajar Ilmu Falak ke beliau, bahwa Syekh Yasin betul-betul menguasai Ilmu Falak klasik dengan pemahaman yang sangat mendalam. Pemikiran Ilmu Falak klasik ini banyak dibuktikan dalam karya-karyanya, antara lain Syarah Tsamarat al-Wasilah yang juga membicarakan Rubu’ Mujayyab (quadrant sinus), system penanggalan islam, rukyah qabla al-ghurub, ikhtilaf mathali’, dan lainnya.

Syekh Yasin juga menggunakan Rubu Mujayyab

Tentang Rubu Mujayyab, Syekh Yasin al-Fadani memberikan sejumlah catatan yang penting, antara lain: 1) menyarankan agar sebaiknya benang atau khaith itu terbuat dari sutera, 2) penulisan angka pada Rubu’ umumnya menggunakan huruf abajadiyah, akan tetapi sekarang menggunakan angka hindi, dan ini adalah bagus, dan 3) sebaiknya warna khoith berbeda dengan warna muri. Dinamakan muri, karena benda ini memperlihatkan kita apa yang sebelumnya tak terlihat dari hasil perhitungan falakiyah.

Dengan Rubu’ Mujayyab ini, Syekh Yasin pernah menyimpulkan bahwa berdasarkan pengamatannya ditemukan bahwa lintang Makkah bernilai 21 derajat. Dan untuk urusan arah kiblat, Syekh Yasin lebih memilih Makkah sebagai titik nol derajat bujur ketimbang di daerah lainnya. Keuntungannya adalah kita mengetahui nilai fadhl ath-thulain dengan hanya melihat nilai derajat ardh al-balad atau bujur suatu daerah. Hal inilah yang juga digunakan oleh para ulama falak seperti Syekh Muhammad Yusuf al-Khayyath, Syekh Muhammad Hasan Asy’ari al-Baweani, Syekh Muhammad Hasan bin Yahya al-Jambi, dan Syekh Zubair Umar al-Jailani.

Karya Syekh Yasin di Bidang Ilmu Falak

Dengan banyaknya bacaan kitab Ilmu Falak, hal ini mendorong Syekh Yasin untuk berkarya di bidang Ilmu Falak. Dalam banyak referensi disebutkan bahwa karangan Syekh Yasin di bidang Ilmu Falak ada 36 judul,antara lain:

  1. Thabaqat ‘Ulama al-Falak wa al-Miqat
  2. Syarah Tsamarat al-Wasilah, 3 buah (ringkas, sedang, dan rinci)
  3. Al-Mawahib al-Jazilah min Azhar al-Khamilah’ala Tsamarat al-Wasilah
  4. Al-Khamilah Syarah Mutawassith ‘ala Tsamarat al-Wasilah
  5. Al-Fawaid al-Jamilah Syarah Kabir ‘ala Tsamrat al-Wasilah
  6. Mukhtasar al-Muhadz-dzab fi Istikhraj al-Awqat wa al-Qiblah bi ar-Rub’ al-Mujayyab
  7. Al-Kitab al-Kabir fi ‘Ilm al-Falak wa al-Miqat
  8. Jany ats-Tsimar Syarah Manzhumah Manazil al-Qamar
  9. Taqrib al-Maslak li man Arada ‘Ilm al-Falak
  10. Al-Kawkab al-Anwar fi Asma an-Nujum wa ‘Iddah ash-Shuwar.

Karena keilmuan yang juga mendalam di bidang Ilmu Falak, Syekh Yasin dipercaya mengajar Ilmu Falak di Darul Ulum Makkah. Di antara ulama yang pernah belajar Ilmu Falak kepada Syekh Yasin adalah: 1) sahabat beliau Syekh Zakaria Bela, 2) al-Muhaddis al-Falaki Sayyid Hamid bin Alawy Alkaff, 3) KH Salman Jalil Martapura penulis Mukhtasar al-Awqat fi ‘Ilm al-Miqat, 4) KH Mahfzuh Amin Pamangkih penulis al-Mahlulah fi Mukhtasar al-Manahij al-Hamidiyah, di antara murid beliau adalah guru penulis KH Masrani Hamdan, 5) KH Maimoen Zubair penulis Nushush al-Akhyar fi as-Shaum wa al-Ifthar, 6) Syekh Muhammad Shalih bin Idris Kelantan, 7) KH Abdul Wahid Zuhdi Purwodadi, 8) Dr. Shalahuddin Ahmad Muhammad ‘Amir penulis ‘Ilm al-Mawaqit wa al-Qiblah wa al-Ahillah, dan lainnya.

Kata KH Muhammad Hatim Salman, Syekh Yasin ketika mengajari Ilmu Falak kepada murid-muridnya, beliau tidak saja mengajari di kelas tapi juga langsung praktek turun di lapangan, mengamati bintang-bintang di alam terbuka. Pengamatan itu berlangsung cukup lama, kadang hingga menjelang waktu subuh. Syekh Yasin dengan mudahnya menjelaskan terbit dan terbenamnya bintang, kalau ini namanya bintang ini, itu namanya bintang itu, terbitnya nanti jam sekian dan akan terbenam jam sekian. Dan perubahan posisi dan waktu bintang tersebut sudah hafal di luar kepala.

Referensi :

  1. Ahmad Athiyyatullah, al-Qamus al-Islami, Kairo: an-Nahdhah al-Mishriyyah, jilid II, 1386 H/1966 M,.
  2. Yusuf Ma’asyli , Natsrul Jawahir wad Durar fi Ulama al-Qarni ar-Rabi’ Asyara, Beirut: Darul Ma’rifah, 1427 H/2006 M.
  3. Muhammad Mukhtar Al-Falimbani, Bulugh al-Amani fi at-Ta’rif bi Syuyukh wa Asanid Musnid al-‘Ashr asy-Syekh Muhammad Yasin bin Muhammad ‘Isa al-Fadani al-Makki, Damaskus: Dar Qutaibah, cet I, 1408 H/1988 M.
  4. Nailul Huda, dkk, Kajian dan Analisis Ta’lim Muta’allim, Lirboyo: Santri Salaf Press, 2017, cet. I, jilid II.
  5. Shalahuddin Ahmad Muhammad ‘Amir, ‘Ilm al-Mawaqit wa al-Qiblah wa al-Ahillah min an-Nahiyatain: asy-Syar’iyyah wa al-Falakiyyah, Kuwait: Dar ath-Thahiriyyah, 1440 H/2019 M.
  6. Yahya Syami, ‘Ilm al-Falak min Shafahat at-Turats al-‘Ilm, Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, cet. I, 1997.
  7. Wawancara penulis dengan KH Muhammad Hatim Salman, Lc di kediaman beliau di Sekumpul Martapura, 12 April 2021. KH Muhammad Hatim Salman beserta ayah beliau KH Salman Jalil sama-sama pernah berguru kepada Syekh Muhammad Yasin al-Fadani di Makkah.
  8. Wawancara penulis dengan KH Maimoen Zubair di kediaman beliau pada 8 Juni 2019.

Dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, Alumnus Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai Kalsel.

1395 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan kenegaraan
Articles
Related posts
Jaga Pilar

Tukang Kebun Indonesia

3 Mins read
Ketika para pemuda Indonesia mengucapkan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, dunia sedang menjalani masa kemakmuran. Tekad mereka menyatakan “satu nusa, satu…
Jaga Pilar

Ki Mangunsarkoro, menteri sederhana yang setia pakai sarung

2 Mins read
Kesederhanaan dan kesahajaan sulit sekali ditemukan pada para pejabat sekarang. Bukannya memberi teladan ke bawahan, banyak pejabat doyan korupsi. Lebih parah lagi, segala…
Jaga Pilar

Supeni, Pemeluk Teguh Soekarnoisme

7 Mins read
Tak lama setelah pembunuhan para jenderal pada dinihari 1 Oktober 1965, Supeni ditugasi Ketua Umum Partai Nasional Indonesia (PNI), Mr Sartono, untuk…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *