Uncategorized

Taubat Pancasila dan Bukti Kelompok Anti Pancasila Tidak Ada Ruang di Indonesia

2 Mins read

Taubat “nasuha” atau taubat “sambal”? Kita tidak mengetahui secara pasti. Lepas dari itu, penegasan Abu Bakar Ba’asyir (ABB) tentang keselarasan Pancasila dengan agama Islam adalah kabar gembira. Penanda, bahwa Pancasila merupakan ideologi final dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bangsa Indonesia.

Pancasila terbukti sakti. Terbukti sejak dulu sampai saat ini mampu menyatukan kita. Ini, karena nilai-nilai yang dikandung Pancasila mampu memayungi semua elemen bangsa. Nilai-nilai Pancasila, seperti semangat menjaga keamanan, gotong royong, kebersamaan, tolong menolong dan saling menghargai, diterapkan secara baik di tengah-tengah masyarakat.

Pancasila tak lekang di makan oleh zaman, bahkan sampai akhir zaman. Tidak lain, karena nilai-nilai Pancasila sejatinya merupakan pancaran dari tradisi turun temurun masyarakat Nusantara sejak dulu. Kebhinekaan masyarakat Nusantara tidak menjadi ‘palang rintang’ persatuan dan kesatuan.

Pemahaman masyarakat tentang pluralisme telah mendarah daging. Bahkan sejak masih bernama Nusantara dulu, masyarakatnya telah menerima perbedaan di antara mereka. Bahwa, perbedaan adalah kehendak Tuhan. Dia yang telah menciptakan manusia berbangsa-bangsa, bersuku-suku, beragam etnis, suku dan agama. Maka, mengingkari perbedaan sama halnya mengingkari kehendak pencipta.

Nilai-nilai ini kemudian dirumuskan oleh Founding Father Soekarno-Hatta dan para pendiri bangsa menjadi Pancasila. Di samping itu, ternyata Pancasila tidak bertentangan sama sekali dengan nilai universal agama; termasuk agama Islam.

Tetapi, sebaik apapun ideologi Pancasila dan sekalipun tidak bertentangan dengan agama, masih ada kelompok-kelompok yang mempertentangkan antara agama dengan negara dan antara ideologi Pancasila dengan ideologisasi agama. Narasi anti Pancasila selalu dihembuskan bahkan sampai pada aksi-aksi yang menihilkan nilai kemanusiaan seperti terorisme.

Abu Bakar Ba’asyir dikenal sejak dulu sebagai inspirator dan ideolog gerakan radikalisme di Indonesia. Salah satu pembesar dari kelompok anti Pancasila. Kabar insyafnya ABB sangat menggembirakan. Terlepas ia taubat sungguh-sungguh atau tidak, yang jelas telah membuktikan kesaktian Pancasila sebagai ideologi bangsa yang mampu merekatkan kebhinekaan. Bagi siapa yang mencoba meruntuhkan akan runtuh lebih dulu sebelum mampu mencabik nilai-nilai yang dikandung Pancasila.

Mengokohkan Pemahaman tentang Hubungan Pancasila dan Agama

Tidak berlebihan kalau dikatakan, “siapa yang mempertentangkan Pancasila dengan Islam, pemahamannya tentang agama patut dipertanyakan”.

Karena, Islam dari segi penamaannya saja bermakna menyelamatkan. Islam, tidaklah menghendaki sesuatu kecuali kebaikan bersama. Islam adalah agama yang merahmati seluruh alam dan segenap umat manusia. Rahmat Islam adalah kasih sayang, saling menghormati, saling membantu, adil dalam bertindak, dan segala kebaikan yang sesuai dengan nurani dan kemanusiaan.

Ajaran-ajaran universal agama Islam menyediakan pandangan etika dan moralitas yang sesuai dan menjadi cita-cita semua manusia. Seperti keadilan, hidup harmonis, damai, tenteram, dan bahagia. Semua itu menjadi tujuan inti syariat Islam.

Nilai-nilai luhur agama Islam itu di Indonesia diterjemahkan ke dalam sila-sila Pancasila, kemudian menjadi ideologi bangsa. Ia, tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, dan tentu saja tidak bertolak belakang dengan syariat karena merupakan intisari ajaran Islam.

Karenanya, kita tentu berharap “Taubat Pancasila” Abu Bakar Ba’asyir diikuti oleh kelompok radikal yang lain. Membuka ruang kesadaran kolektif kaum anti Pancasila untuk kembali ke dalam pelukan Pancasila.

Sebab, sekuat apapun usaha menarasikan Pancasila bertentangan dengan ajaran agama, sekuat itu pula perlawanan bangsa Indonesia untuk mempertahankan Pancasila yang terbukti mampu mengikat seluruh penduduk Indonesia dalam pengakuan yang sama. Pengakuan sebagai rakyat Indonesia, apapun perbedaannya. Pengakuan untuk bersama-sama mempertahankan Pancasila dari yang mencoba merongrong dan menggerogotinya.

1390 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan kenegaraan
Articles
Related posts
Uncategorized

Arus Wacana Keagamaan dalam Kegiatan Jogja Halal Fest

2 Mins read
Jogja Halal Fest (JHF) tahun 2022 ini kembali digelar pada 3-6 November tahun 2022 di Jogja Expo Center (JEC). Perlu diketahui bahwa,…
Uncategorized

Menolak Paham Ekstremis dengan Menggelorakan Islam Humanis

3 Mins read
Kerap kali kita saksikan orang-orang memiliki semangat beragama yang menggelora tetapi abai terhadap isu-isu kemanusiaan. Parahnya lagi, ia sering menjadi benalu bagi…
Uncategorized

Maulid Nabi: Menyelesaikan Konflik Agama dan Komentar Radikal

2 Mins read
Maulid Nabi dirayakan tepat pada 8 Oktober 2022. Kalahiran Nabi SAW (Senin, 12 Rabiul Awal) yang agung ini, selalu diperingati dengan gembira,…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *