Telaah

Sel Kelompok Teroris ISIS Masih beroperasi, Bunuh 8 Orang di Gurun Suriah

3 Mins read

Pada tahun 2019 kelompok teroris bernama Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) secara resmi telah mampu dikalahkan oleh pemerintah Syiria. Meski demikian militant kelompok tersebut masih terus melancarkan serangan terror dibeberapa wilayah Syiria dan bahkan diluar negeri. Dilansir dari laman detik.com beberapa waktu yang lalu ISIS melancarkan serangan terror yang menewaskan 8 orang di Suriah.

Kelompok jihadis ISIS membunuh 8 orang termasuk dua warga sipil di gurun Badia, Suriah. Pembunuhan itu terjadi saat ISIS melakukan penyergapan terhadap milisi pro-pemerintah.
Dilansir AFP, Kamis (4/7/2024), Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan serangan itu terjadi pada Rabu (3/7) malam waktu setempat. Saat itu para milisi sedang dalam perjalanan untuk mencari seorang gembala yang telah diculik dan kemudian dibunuh oleh para jihadis ISIS.

Observatorium yang merupakan sebuah lembaga pemantau berbasis di Inggris dan memiliki sumber di Suriah, melaporkan delapan korban tewas, termasuk “enam anggota Pasukan Pertahanan Nasional dan dua penggembala domba”.

ISIS menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan Irak pada tahun 2014, memproklamirkan apa yang disebut kekhalifahan dan melancarkan teror.

Kelompok ini dikalahkan secara teritorial di Suriah pada tahun 2019, namun sisa-sisa kelompok ini masih melakukan serangan mematikan – khususnya di gurun Badia – dan terutama menargetkan loyalis pemerintah dan pejuang pimpinan Kurdi.

Bulan lalu, Observatorium mengatakan para pejuang ISIS telah membunuh hampir 4.100 orang di Suriah sejak kekhalifahan mereka jatuh pada tahun 2019 – lebih dari setengahnya berada di Badia.

PBB pada bulan Januari mengatakan kekuatan gabungan ISIS di Irak dan Suriah adalah 3.000-5.000 pejuang, dengan Badia berfungsi sebagai pusat kelompok tersebut di Suriah.

Perang Suriah telah menewaskan lebih dari setengah juta orang dan membuat jutaan lainnya mengungsi sejak pecah pada Maret 2011 dengan penindasan brutal yang dilakukan Damaskus terhadap protes anti-pemerintah.

Saat dunia sedang berfokus pada pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan tantangan geopolitik lainnya, ancaman ISIS di Suriah belum sepenuhnya hilang. Meskipun mengalami kekalahan teritorial yang signifikan, ISIS tetap menjadi kekuatan destabilizing yang menakutkan di wilayah tersebut. Perhatian kita terhadap ancaman ini sangat penting karena ISIS masih memiliki kemampuan untuk merekrut, melancarkan serangan, dan memengaruhi stabilitas regional.

Kebangkitan ISIS di Suriah

Setelah kehilangan kekhalifahan fisik mereka pada 2019, banyak yang percaya bahwa kekuatan ISIS telah benar-benar hancur. Namun, kenyataannya jauh dari itu. ISIS telah beradaptasi dengan situasi baru dengan beralih ke taktik gerilya dan operasi terorisme klasik. Mereka kini lebih aktif dalam melancarkan serangan sporadis terhadap pasukan Suriah dan Kurdi, serta target-target sipil di daerah pedesaan dan pinggiran kota.

Sumber-sumber dari wilayah tersebut melaporkan peningkatan serangan oleh sel-sel tidur ISIS di wilayah seperti Deir Ezzor dan Homs. Dengan memanfaatkan kekacauan politik dan keamanan yang terus berlangsung di Suriah, ISIS terus mencari cara untuk mengkonsolidasikan kembali kekuatannya dan merekrut anggota baru, terutama dari kamp-kamp pengungsi dan daerah-daerah yang kurang terlayani.

Dampak terhadap Keamanan dan Stabilitas

Kehadiran ISIS yang berkelanjutan di Suriah memiliki implikasi serius terhadap keamanan regional dan global. Serangan-serangan yang mereka lancarkan tidak hanya menargetkan pasukan pemerintah dan koalisi, tetapi juga membahayakan warga sipil yang tidak bersalah. Hal ini menciptakan lingkungan yang terus-menerus penuh dengan ketakutan dan ketidakstabilan.

Lebih jauh, ancaman ISIS di Suriah juga berdampak pada dinamika politik di negara-negara tetangga seperti Irak dan Turki. ISIS terus berusaha untuk menyusup ke wilayah-wilayah ini, menciptakan risiko keamanan lintas batas yang mengkhawatirkan. Ini juga menambah beban pada komunitas internasional yang berusaha menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

Peran Komunitas Internasional

Tanggung jawab untuk menangani ancaman yang ditimbulkan oleh ISIS di Suriah tidak hanya jatuh pada pemerintah Suriah dan kekuatan lokal. Komunitas internasional harus tetap waspada dan bersatu dalam upaya mereka untuk menekan kebangkitan kembali kelompok teroris ini. Dukungan terus menerus dari koalisi internasional sangat penting untuk memastikan bahwa ISIS tidak memiliki ruang untuk beroperasi dan berkembang.

Selain itu, upaya harus difokuskan pada rehabilitasi dan reintegrasi mantan pejuang ISIS dan keluarganya, untuk mencegah mereka kembali ke jalur ekstremisme. Langkah-langkah seperti pendidikan, pelatihan keterampilan, dan dukungan psikososial sangat penting dalam memecahkan siklus radikalisasi.

Meskipun ISIS telah kehilangan kekhalifahan fisik mereka, mereka masih menjadi ancaman yang signifikan di Suriah dan kawasan sekitarnya. Penting bagi kita untuk tidak meremehkan ancaman ini dan terus mendukung upaya internasional untuk memerangi terorisme dan mempromosikan stabilitas di wilayah tersebut. Hanya melalui kolaborasi dan upaya yang berkelanjutan kita dapat memastikan bahwa ISIS tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk bangkit kembali.

951 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
Telaah

Tapera Vs Investasi, Mana yang Urgen untuk Bangsa dan Negara?

2 Mins read
Apa Keuntungan Masing-Masing dan Manakah yang Lebih Fleksibel Terhadap Keuangan? Perencanaan keuangan yang cermat adalah kunci utama dalam mencapai stabilitas finansial di…
Telaah

Cek Khodam Meledak di TikTok: Hiburan Semata atau Krisis Identitas?

3 Mins read
Tren cek khodam kini merajai TikTok, menarik perhatian ribuan pengguna dengan aktivitas sederhana namun menghibur. Fenomena ini, yang awalnya hanya sekadar aktivitas…
Telaah

Benarkah Petani Menjadi Tulang Punggung Sistem Feodalisme?

2 Mins read
Feodalisme di Indonesia biasa diartikan sebagai pembagian kekuasaan untuk menguasai wilayah. Melalui feodalisme penguasa akan semakin berkuasa atas wilayah dan rakyat biasa…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *