Bhinneka Tunggal Ika

Indonesia, Negara Bangsa, Bukan Negara Agama

2 Mins read

Indonesia adalah sebuah negara yang kaya akan keragaman budaya, etnis, dan agama. Sebagai sebuah negara bangsa, Indonesia memiliki tantangan unik dalam menjaga kesatuan dan keberagaman masyarakatnya. Dalam hal ini, pendekatan yang mengedepankan prinsip negara bangsa daripada negara agama menjadi penting.

Dalam Al-Quran, terdapat beberapa ayat yang mengajarkan pentingnya keberagaman dan persatuan. Salah satu ayat yang relevan adalah surah al-Hujurat ayat 13, yang menyatakan, β€œHai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.”

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah sengaja menciptakan manusia dalam berbagai bangsa dan suku agar mereka saling mengenal dan belajar dari keberagaman tersebut. Ini menggarisbawahi pentingnya memperlakukan sesama manusia dengan sikap saling pengertian dan menghargai, tanpa memandang perbedaan suku, budaya, atau agama.

Dalam konteks Indonesia, pandangan ini mendukung ideologi Pancasila yang menempatkan persatuan dan kesatuan sebagai prinsip utama. Negara Indonesia didirikan atas landasan keberagaman, dan oleh karena itu, menciptakan harmoni antara berbagai agama dan suku menjadi sangat penting. Dengan mengambil inspirasi dari ajaran Al-Quran, prinsip ini menjadi semakin kuat.

Di sisi lain, Al-Quran juga menekankan kebebasan beragama. Surah al- Baqarah ayat 256 menyatakan, β€œTidak ada paksaan dalam beragama.” Ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki hak untuk memilih keyakinan agamanya sendiri tanpa tekanan atau paksaan dari pihak lain. Pandangan ini juga sesuai dengan prinsip negara bangsa yang menghormati hak setiap warga negara untuk memeluk agama sesuai dengan kepercayaan pribadinya.

Namun, perlu diingat bahwa interpretasi terhadap ajaran Al-Quran bisa beragam. Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa karena Indonesia memiliki mayoritas penduduk yang beragama Islam, negara seharusnya lebih menekankan identitas Islam dalam kebijakan dan hukumnya. Namun, ini bisa melupakan bahwa Indonesia juga dihuni oleh warga yang menganut agama-agama lain.

Dalam konteks ini, Al-Quran menyediakan pedoman yang jelas. Surah al-Maidah ayat 48 menyatakan, β€œDan Kami telah menurunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang telah ada sebelumnya dari kitab-kitab dan menyingkapkan banyak perselisihan di antara mereka.” Ayat ini menunjukkan bahwa Islam mengakui ajaran sebelumnya dan menghormati perbedaan pandangan.

Indonesia sebagai negara bangsa yang menghargai keberagaman agama juga mengambil inspirasi dari ajaran tersebut. Negara membangun landasan yang inklusif, di mana setiap warga memiliki hak untuk menjalankan agamanya dengan damai tanpa diskriminasi atau penindasan. Ini sejalan dengan nilai-nilai Al-Quran yang menekankan toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman.

Ketika membahas Indonesia sebagai negara bangsa, bukan negara agama, penting untuk mencermati pandangan Al-Quran tentang pemerintahan. Surah an-Nisa’ ayat 58 memberikan panduan tentang bagaimana seharusnya pemerintah bertindak, β€œSesungguhnya Allah menyuruhmu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.” Prinsip keadilan, kebajikan, dan larangan dari perbuatan buruk menjadi dasar dalam membangun pemerintahan yang baik.

Dalam konteks ini, prinsip-prinsip Al-Quran dan nilai-nilai negara bangsa dapat bersinergi. Pemerintah Indonesia bertanggung jawab untuk melindungi hak-hak semua warga negara, terlepas dari agama yang dianut. Keadilan harus dijunjung tinggi, dan kebijakan-kebijakan yang diambil harus menghormati dan melindungi kebebasan beragama serta menjaga kedamaian antara berbagai kelompok agama.

Sebagai penutup, Indonesia sebagai negara bangsa, bukan negara agama, memiliki dasar kuat dalam ajaran Al-Quran. Pandangan Al-Quran yang menghargai keberagaman, persatuan, dan kebebasan beragama sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan semangat negara Indonesia. Dalam menjaga harmoni antara berbagai agama dan suku, penting untuk terus mengedepankan prinsip-prinsip yang menghormati hak-hak setiap individu, sesuai dengan panduan yang diberikan oleh Al-Quran.[]Β Shallallahu ala Muhammad.Β 

Selengkapnya baca di sini

843 posts

About author
Pilarkebangsaan.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan.
Articles
Related posts
Bhinneka Tunggal Ika

Membongkar Wahhabisme: Penyebar Kebencian Berkedok Kesalehan

3 Mins read
Wahhabisme adalah ideologi radikal yang semakin menyebar di Indonesia. Aliran ini menuntut ketakwaan dan kesalehan, tetapi seringkali menjadi sarang kebencian dan intoleransi,…
Bhinneka Tunggal Ika

Rektor IAIN Ponorogo: Salam Lintas Agama Bukan Ubudiyah, Tapi Muamalah

3 Mins read
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait salam lintas agama yang tidak dibenarkan, terus menuai komentar pro dan kontra. Terutama dikaitkan dengan keberagaman…
Bhinneka Tunggal Ika

Maecenas Muslim yang Tumbuh dari Kampung

12 Mins read
Sungai Citarik yang mengular dari utara menuju selatan hingga ke muaranya di Pelabuhan Ratu, jadi saksi perkembangan sebuah desa kecil di sisi…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *